SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Terdakwa kasus narkotika, Rachmadani (41) mengungkapkan alasan dirinya menggunakan sabu saat bekerja sebagai sopir.

Dalam persidangan ia juga memohon keringanan hukuman kepada hakim dan mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.

Hal itu disampaikannya saat persidangan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (13/4/2022).

Pria asal Kelurahan Perdagangan itu memohon keringanan hukuman setelah dituntut selama 5,6 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara oleh jaksa Dedy Chandra Sihombing.

Begitupun jaksa menyatakan tetap pada tuntutan saat ditanya tanggapannya tentang permohonan keringanan hukuman terdakwa.

Jaksa menyatakan terdakwa terbukti memiliki 0,57 gram sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun.

Untuk mendengar vonis majelis hakim diketuai Nurnaningsih dibantu panitera Usaha Sembiring, menyatakan sidang ditutup dan dibuka kembali pada Rabu (20/4/2022) mendatang.

Pakasi sabu

Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa ditangkap anggota kepolisian Polres Simalungun pada Senin 30 November 2021 pukul 11.30 Wib diboyong bersama barang bukti 3 klip sabu dan 5 plastik klip kosong dari kantong celananya.

Penangkapan oleh Personil Satres Narkoba Polres Simalungun berdasarkan informasi tentang adanya peredaran narkoba.

Terdakwa pun bersama BB dibawa ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Rachmadani, sabu yang disita darinya merupakan sisa sabu yang sudah ia gunakan.

Sabu ia peroleh dengan cara membeli dari rekannya bernama Tapel seharga Rp 300 ribu.

Alasan terdakwa menggunakan sabu agar tubuhnya tetap segar untuk bekerja sebagai sopir .

Dalam persidangan, terdakwa didampingi tim pengacara dari Posbakum PN Simalungun.