HETANEWS.com - Kasus Subang masih belum terungkap. Diduga, yang menjadi kendala terbesar penyidik, menurut Dr. Heri Gunawan, makin tidak jelas arahnya.

Kasus Subang sudah berjalan sekira 8 bulan sejak ditemukannya jenazah Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu atau Amel (23), pada 18 Agustus 2021.

Namun hingga kini, penyidikan kasus Subang belum juga menghasilkan satu nama sekalipun sebagai tersangka pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Padahal kasus Subang ini sejak awal kemunculannya telah menarik animo masyarakat untuk bisa mengetahui siapa pembunuh ibu dan anak tersebut. Pihak kepolisian sendiri selalu memberikan janji akan segera mengungkap pembunuhan ini.

Janji pernah diucapkan Kapolda Jabar Irjen Pol. Suntana di akhir tahun 2021, bahwa pihaknya akan mengumumkan tersangka pembunuh ibu dan anak awal tahun 2022.

Namun hingga bulan Januari 2022 berakhir, pihak Polda Jabar masih belum bisa mengungkap siapa tersangka pembunuh Tuti dan Amel.

Janji berikutnya pun kembali dilontarkan Irjen Pol Suntana, yang mengatakan Polda Jabar akan mengumumkan tersangka sebelum Ramadhan 1443 H.

Namun hingga hari ini, Senin 11 April 2022 yang juga merupakan hari ke-9 Ramadhan, tidak ada satu namapun dikeluarkan pihak Polda Jabar terkait pelaku Kasus Subang.

Berulang kali keluarga korban dan juga masyarakat dibuat gigit jari dengan pernyataan demi pernyataan pihak kepolisian.

Bahkan para pemerhati mulai meragukan bahwa pembunuhan ibu dan anak ini bisa terungkap dalam waktu dekat. Salah satunya diungkapkan Pakar Hukum Pidana, Dr. Heri Gunawan yang mengatakan penyidikan kasus Subang ini mulai tidak jelas arahnya.

“Saya pikir ada hal yang menjadi kendala besar bagi penyidik untuk mengungkap kasus ini. Malah bukan saya suuzon atau tidak percaya penyidik, kalau melihat kondisi ini sepertinya sangat sulit untuk mengungkap perkara ini,” kata Heri Gunawan kepada deskjabar.com, Senin 11 April 2022.

Menurutnya, tentu penyidik yang tahu persis kendala itu ada dimana dan seperti apa.

“Apakah itu terkait dengan barang bukti, atau terkait dengan pelaku yang tidak diketahui. Karena kalau kendalanya tidak besar, saya pikir terungkap kasus ini,” ujar Heri Gunawan lagi.

Apalagi janji-janji polisi termasuk Kapolda bahwa akan segera mengungkap pembunuhan ibu dan anak, ini mulai dari janji awal tahun 2022, lalu sebelum Ramadhan, semua tidak ditepati.

“Dan terkesan, malah sekarang ini tuh karena ga terlalu ada pemberitaan, kayanya makin tidak jelas ini arah penyidikannya ke mana,” ujarnya lagi.

Sebagai pemerhati, lanjut Dr.Heri Gunawan, tentu ingin tragedi pembunuhan ibu dan anak ini segera terungkap.

“Tapi kalau melihat setelah 8 bulan dan kadang statement-nya juga berubah-ubah dari pihak kepolisian, saya rada meragukan apakah dalam waktu dekat ini akan terungkap,” tuturnya.

Mengenai sketsa, lanjutnya, kalau kepolisian masih mengandalkan sketsa berarti mereka belum mengetahui siapa pelakunya.

“Enggak mungkin kalau dia tahu pelakunya dia bikin sketsa. Atau pelakunya ada di antara saksi-saksi yang sudah diperiksa, enggak mungkin dia mengeluarkan sketsa,” ucap Heri Gunawan lagi.

Oleh karena itu, ia masih yakin bahwa untuk mengungkap kasus Subang ini, kepolisian sedang mengejar eksekutornya dulu baru dalangnya. Sepanjang eksekutornya belum terungkap, maka dalangnya tidak akan tertangkap.

“Mungkin saat ini saya melihat penyidik atau pihak kepolisian itu untuk mengungkap eksekutornya yang jadi kendala. Kalau eksekutor sudah tertangkap dalangnya tidak bisa ngeles lagi ,” kata Heri Gunawan.

Dalang kasus Subang, lanjut dia, bisa jadi orang di sekitar korban, tapi untuk mengungkapnya itu harus melalui eksekutor.

“Karena kalau langsung di bypass (langsung nembak ke dalang-red.) penyidik tidak memiliki bukti yang cukup kuat. Kecuali mendapatkan pelaku eksekutornya,” kata Heri Gunawan mengakhiri.

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com