HETANEWS.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021 yang lalu merupakan kasus yang terbilang sangat rumit untuk dipecahkan.

Bagaimana tidak, untuk menemukan siapa pelaku kasus pembunuhan Subang ini pihak kepolisian sampai perlu memanggil ratusan saksi, banyak tenaga ahli, ratusan barang bukti dan 10 TKP.

Namun, walaupun banyaknya yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian sepertinya masih belum cukup untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan Subang ini dan juga apa motif di belakangnya.

Sampai hampir memasuki bulan ke-8 bahkan sketsa wajah sekalipun seolah-olah belum bisa menjawab kepenasaranan masyarakat tentang teka-teki misteri kasus pembunuhan Subang ini.

Selama ini pihak kepolisian sebenarnya sudah mengumpulkan bukti-bukti yang biasanya menjadi kunci dari sebuah kasus seperti sidik jari dan juga DNA yang bisa ditemukan di TKP.

Namun sepertinya dalam kasus pembunuhan Subang ini sepertinya sidik jari dan juga DNA belum cukup untuk membuktikan siapa pelakunya.

Ada kemungkinan sidik jari dan juga DNA yang terdapat di TKP adalah bentuk framing kepada seseorang dan masih banyak kemungkinan yang lain.

Dalam kasus yang sangat rumit ini pihak kepolisian tidak ingin bertindak sembrono hingga akhirnya salah dalam menentukan siapa pelakunya.

Dalam kasus pembunuhan Subang ini marwah pihak kepolisian Indonesia pada umumnya sangat dipertaruhkan, jangan sampai setelah memakan waktu yang lama untuk menyelesaikan kasus ini malahan klimaksnya salah tunjuk orang.

Berkenaan dengan hal tersebut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapkan hal yang sama bahwa pihak kepolisian tidak ingin bertindak sembrono dalam penanganan kasusnya.

“Polisi tidak bisa menetapkan tersangka tanpa dasar yang kuat,” kata Ibrahim Tompo.

“Kita juga perlu pembuktian yang jelas, petugas tidak bekerja sembrono, maka membutuhkan waktu yang panjang, karena memang membutuhkan kejelasan pembuktian,” Lanjutnya.

Berkenaan dengan barang bukti sidik jari yang ditemukan di TKP, YouTuber Fredy Sudaryanto pun ikut mengomentari.

Dilansir DeskJabar.com dari channel YouTube Fredy Sudaryanto Sport yang tayang pada 7 April 2022 dengan judul ‘P3laku Lupa, Ada Sidik Jari Yang Belum di Hapus’.

Dalam videonya tersebut Fredy memberikan komentarnya jika apa yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan tidak pernah ada yang sempurna, selalu saja meninggalkan jejak kesalahan yang bisa ditelusuri.

“Kesempurnaan yang hakiki hanya milik Allah SWT,” tegas Fredy Sudaryanto.

Bisa saja para pelaku dalam kasus pembunuhan Subang melewatkan beberapa benda yang pernah dipegang baik dengan sengaja maupun tidak disengaja.

“Namun, apakah mereka sempurna melakukannya apakah mereka ingat saat di TKP pernah memegang apa saja? Apakah semua sidik jari dalam barang yang mereka pegang di sana semua sudah dihapus?” Lanjut Fredy Sudaryanto.

Mengenai sidik jari yang ditinggalkan hal tersebut sudah dikonfirmasi DeskJabar.com melalui pernyataan dari alhi forensik Sumy Hastry beberapa waktu yang lalu yang mengapresiasi kinerja Inafis yang telah menemukan banyak barang bukti di TKP termasuk sidik jari.

Namun seperti yang kita ketahui, walaupun pihak kepolisian sudah mengantong sidik jari tetapi masih belum bisa menentukan siapa pelakunya.

Hal yang pasti pihak kepolisian masih merasa belum yakin dengan barang bukti yang telah dikumpulkan.Dengan demikian sidik jari bukanlah satu-satunya yang bisa menyudutkan pelaku dalam sebuah kasus.

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com