SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar melalui Kasi Intel Rendra Yoki Pardede mengatakan berkas perkara perempuan penerobos markas Polres Siantar, Fitri Ari Matondang (23) pada 21 Maret 2022 masih dalam proses penelitian oleh jaksa. 

"Sejak dilakukan tahap pertama yakni penyerahan berkas dari penyidik ke JPU [Jaksa Penuntut Umum], kini prosesnya masih tahap penelitian berkas," kata Rendra menjawab konfirmasi Hetanews.com Jumat (8/4/2022) di ruang kerjanya.

Penanganan perkara tersebut langsung diteliti oleh Kasi Pidum Edi S Tarigan yang juga sebagai JPU. Sedangkan pasal yang disangkakan dalam perkara tersebut adalah pasal 212 KUHP tentang melakukan/melawan petugas, atau pasal 335 KUH atau pasal 406 tentang pengrusakan.

Sejak peristiwa tersebut, warga Jalan Hok Salamuddin Kelurahan Siantar Estate Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun itu masih diobservasi kejiwaannya.

Aksi nekatnya itu sempat menghebohkan kota Siantar hingga Kapoldasu RZ Putra Simanjuntak langsung mendatangi kantor Mapolres Siantar di Jalan Sudirman No.08 Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat.

Dijelaskan Rendra, untuk sementara dugaan pelaku karena memiliki sedikit paham yang aga berbeda. Seperti yang diungkapkan Kapoldasu beberapa waktu lalu. Dalam berkas penyidik disebutkan jika pelaku ingin menikah lagi tapi tidak direstui orangtuanya.

Sehingga pada saat peristiwa itu, pelaku izin memakai sepeda motor dari orangtuanya karena ingin bertemu salah seorang pimpinan pesantren. Tapi dalam perjalanan, tepatnya di jalan Sutomo Siantar melihat petugas polisi dan ia diduga berhalusinasi.

Langsung menabrak petugas bernama Marwan hingga sepeda motor yang dikendarainya naik ke trotoar jalan Sutomo waktu itu. Lalu petugas berusaha menghentikan pelaku yang langsung tancap gas dan menabrak ruang SPKT. 

Sehingga mengakibatkan pintu, dinding kaca pecah dan mengakibatkan ruang SPKT hancur. Diduga pelaku kesal dengan polisi, karena memenjarakan Habib Rizieq. Pelaku sangat mencintai Habib Rizieq yang dianggapnya sebagai panutan. 

Bahkan pelaku menganggap dirinya sebagai Wakil Tuhan dan sudah belajar agama sejak SMA. Dan penyidik juga akan memeriksa suami ke-2 dari pelaku yang diduga banyak memberikan pengaruh pada pelaku. 

Baca juga: Polisi Diminta Mengusut Kasus Wanita Terobos Markas Polres Siantar