SIANTAR, HETANEWS.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar menyediakan uang Rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup, untuk pemenuhan kebutuhan uang kartal bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Sesuai proyeksi, kebutuhan uang di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar diperkirakan mencapai Rp.2,55 Triliun atau meningkat sebesar 7,23 % dari tahun 2021 sebesar Rp 2,38 Triliun. Adapun wilayah kerja dimaksud meliputi Pematangsiantar, Simalungun, Batu Bara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan (SISI BATAS LABUHAN). 

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Teuku Munandar melalui pers relisnya, Rabu (6/4/2022).

"Selama bulan Ramadhan, KPw BI Pematangsiantar bersama dengan 5 bank umum akan memberikan layanan penukaran uang kepada masyarakat melalui kas keliling bersama. Bank peserta layanan kas tersebut yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia dan Bank SUMUT," katanya.

Layanan tersebut bertujuan untuk mempermudah penukaran uang di luar kantor bank. Hal itu dilakukan setelah 2 tahun dihentikan akibat pandemi Covid-19. Kegiatan layanan kas keliling selama Ramadhan kembali dibuka oleh BI yang ditandai dengan Kick Off “Serambi Rupiah Ramadhan” secara nasional oleh Deputi Gubernur BI, Ibu Aida S. Budiman pada tanggal 4 April 2022 lalu. 

Sebagai informasi, jadwal pelayanan penukaran kas keliling bersama yaitu tanggal 11 April s.d 27 April 2022, setiap hari Senin, Selasa dan Rabu. Lokasi penukaran di lapangan parkir Dinas Pariwisata (tugu BSA) Kota Pematangsiantar. 

Jumlah uang yang dapat ditukar oleh setiap penukar pada layanan kas keliling bersama sebesar Rp.3,8 juta, terdiri dari pecahan Rp.20.000, Rp.10.000, Rp.5.000, Rp.2.000 dan Rp.1.000,-, masing-masing 1 pack. 

Khusus penukaran di mobil kas keliling milik Bank Indonesia, masyarakat diharuskan melakukan pemesanan nominal penukaran secara online dengan aplikasi PINTAR yang diakses melalui alamat https://PINTAR bi go id. Setelah mengakses halaman itu, masyarakat melakukan pemesanan melalui menu Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling dilanjutkan dengan memilih lokasi serta tanggal penukaran (untuk Pematangsiantar memilih lokasi Sumatera Utara—Lapangan Parkir Pariwisata). 

Pesanan dilakukan paling lambat H-1 hingga Pukul 22.00 WIB. Penggunaan aplikasi PINTAR ditujukan untuk menghindari kerumunan, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menukarkan uang Rupiah. Namun untuk penukaran uang melalui bank lainnya, masyarakat dapat langsung datang ke mobil kas keliling perbankan pada hari penukaran (Hari H) sesuai jadwal yang telah disebutkan di atas, tanpa menggunakan aplikasi apapun. 

Selain melalui kas keliling bersama, KPw BI Pematangsiantar memenuhi kebutuhan uang masyarakat melalui pendistribusian ke perbankan di wilayah kerja. Selanjutnya, perbankan memberikan layanan penukaran uang di loket kantor bank. 

Dalam hal ini, terdapat 18 bank yang membuka loket penukaran tersebut, yaitu BRI, BNI, Mandiri, Bank SUMUT, BCA, Mestika, PANIN, CIMB, Mayapada, OCBC, Maybank, BSI, Mega, BTN, BTPN, Sinarmas, Muamalat, dan Danamon. Secara total, layanan penukaran melalui kantor bank sebanyak 118 titik yang tersebar di wilayah kerja BI Pematangsiantar, atau SISI BATAS LABUHAN. 

Bank Indonesia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan selama kegiatan penukaran uang maupun aktivitas ekonomi lainnya. Melakukan penukaran di lokasi resmi yaitu kas keliling bersama dan kantor bank. 

Selalu waspada dalam bertransaksi tunai untuk mencegah kejahatan uang palsu. Merawat dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik, sehingga mendorong kesadaran untuk mencintai Rupiah. 

Berdasarkan data historis, bulan Ramadhan dan momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan periode dimana kecenderungan kenaikan inflasi terjadi. Untuk itu, Bank Indonesia mengajak masyarakat agar membelanjakan uang dengan bijak atau sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Hal tersebut merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga inflasi agar tetap terkendali, jelas Munandar.