SIANTAR, HETANEWS.com - Sat Reskrim Polres Siantar melakukan rekontruksi kasus pembunuhan Stevan Theodore, di Jalan Sutomo, Keluraha Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (1/4/2022).

Dalam rekontruski tersebut, dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung dan dihadiri oleh Kasipidum Edi Tarigan, beserta dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lince, Istri korban Ivani Kooswara.

Pelaku Ali Ketat dengan menggunakan baju berwarna orange bertuliskan tahanan, memperagakan sebanyak 7 adegan dalam kasus pembunuhan tersebut.

Dimana adegan pertama, di jelaskan oleh AKP Banuara Manurung, pada hari Sabtu tertanggal 2 oktober 2021 pukul 07.00 Wib, korban keluar dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X BK 3890 WAI, untuk membeli sarapan.

Selanjutnya, di adegan kedua korban pulang ke rumah setelah membeli sarapan dan memarkirkan sepeda motornya di belankang rumahnya.

Adegan ke tiga pelaku mengikuti korban dengan berjarak 1 meter sembari membawa tongkat besi yang ujungnya bengkok.

Adegan ke empat, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak 5 kali. namun pukulan pertama dan kedia berhasil dihalau menggunakan tangan korban. Selanjutnya korban membuka helm, lalu menggunakan helm tersebut untuk menangkis pukulan ketiga dan keempat. Kemudian korban melempar tersangka dengan helm namun tidak mengenai tersangka.

Hanya saja setelah pukulan ke lima yang dilayangkan oleh pelaku, tongkat yang digunakan pelaku mengenai wajah korban sehingga korban terjatuh dengan posisi telungkup.

Adegan ke lima, setelah korban terjatuh, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban dengan tongkat besinya sebanyak 8 kali dan mengenai kepala bagian belakang korban. Di pukulan ke tujuh dan kedelapan kepala korban mengeluarkan darah segar, setelah itu pelaku pergi.

Adegan ke enam, saksi atas nama Jhonsin alias Asin, keluar dari rumahnya melalui pintu belakang dan melihat helm tergeletak dan korban yang sudah tergeletak dengan posisi telungkup bersimbah darah.

"Namun saat korban hendak diangkat oleh saksi, saksi tidak sanggup mengangkat korban. Sehingga saksi mengetuk pintu belakang rumah korban dan istri dari korban langsung keluar. Setelah itu saksi Jhonsin memberitahukan kepada istrinya bahwa suaminya tergeletak dengan banyak darah," terang AKP Banuara Manurung.

Adegan ke tujuh, mengetahui hal itu, sang istri kemudian mencoba mengangkat suaminya namun tidak mampu. Sehingga istrinya menghubungi saksi Filbert Kooswara dan Sherin Kooswara untuk datang kerumahnya dengan menggunakan mobil.

Selanjutnya, Filbert dan Jhonsin mengangkat korban ke dalam mobil untuk dibawa kerumah sakit.

"Atas kasus tersebut, pelaku dijerat pasal 338 Subs 351 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara," tutupnya.

Baca juga: Hasil Observasi: Ali Ketat Alami Depresi, Polisi: Kasusnya Berlanjut