HETANEWS.com - Jaksa Siti Martiti Manullang dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar hanya menuntut rehabilitasi selama 6 bulan kepada 2 terdakwa yang terbukti membeli sabu 2 paket seharga 200 ribu dari terdakwa Ferial Ilham (disidangkan terpisah).

Kedua terdakwa, Rendi Afriansyah (24) dan Reyza Mahendra Lumbantobing (19) tentu saja merasa senang dengan tuntutan jaksa itu karena tidak harus menjalani hukuman di Lapas. Meski demikian, kedua warga Simalungun itu masih meminta agar diringankan.

"Mohon hukuman saya diringankan yang mulia," kata terdakwa dalam persidangan Rabu (40/3/2022) di Pengadilan Negeri Siantar.

Alasan jaksa menuntut rehabilitasi karena keduanya dibuktikan dengan pasal 127 (1) UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Meski sebelumnya, jaksa juga menerapkan pasal 112 UU yang sama.

Selain itu adanya surat dari TAT (Tim Assasement Terpadu) agar terdakwa direhabilitasi. Sehingga sejak ditangkap polisi, keduanya langsung dititipkan di Yayasan rehabilitasi Mercusuar Doa dengan biaya pribadi dan hal itu diamini jaksa.

Masih kata jaksa, keduanya ditangkap saat sedang duduk di atas sepeda motor di jalan SM Raja dan mengantongi sabu masing masing 1 paket. Yang baru saja dibeli dari terdakwa Ferial Ilham di Jalan Mawar Rambung Merah.

Artinya, keduanya ditangkap sedang menguasai, menyimpan atau memiliki sabu bukan sedang mengkonsumsi atau habis mengkonsumsi, tidak ada alat hisap seperti bong dan pipa kaca.

Barang bukti yang disita seberat 0,20 gram sabu dari keduanya. Sedangkan barang bukti sepeda motor Honda Scoopy BK 5289 TBN dikembalikan.

Majelis hakim Afirizal Hady, Rahmat Hasibuan dan Katherine Siagian akan mempertimbangkan tuntutan jaksa, permohonan terdakwa dan juga fakta yang terungkap dalam persidangan untuk membuat putusan. Oleh karena itu persidangan dinyatakan ditunda hingga Rabu (13/4/2022) mendatang.