MEDAN, HETANEWS.com - Saddam Akbar Harahap, anak kandung dari Anggota DPRD Sumut, Yahdi Khoir Harahap dilaporkan ke Polrestabes Medan karena gebuki istri bernama Deasy.

Menurut Deasy, aksi penganiayaan terjadi pada Jumat (18/3/2022) malam lalu di kediamannya yang ada di Komplek Villa Palem Kencana, Jalan Palem, Kecamatan Sunggal Deli Serdang.

Kala itu, Deasy memergoki suaminya ingin nikah siri dengan selingkuhan. Adanya niat nikah siri itu diketahui Deasy dari sejumlah pesan masuk yang ada di handphone suaminya.

"Mereka sering ketemu, rencana menikah dalam waktu dekat. Terus ada beberapa bukti transfer ke perempuan itu," kata Deasy, Rabu (30/3/2022).

Adanya dugaan perslingkuhan ini terbongkar tatkala Saddam Akbar Harahap pulang tengah malam dengan stelan jaket baru.

"Saya pertanyakan kepada suami, kenapa pulangnya malam kali," kata Deasy.

Mendengar pertanyaan itu, anak politisi PAN ini marah. Karena situasi memanas, Desy dan Saddam Akbar Harahap memilih tidak saling bicara. Keduanya saling diam-diaman hingga larut malam.

"Pas dini harinya, karena perasaan saya tidak enak, jadi saya cek tasnya ternyata banyak barang - barang baru, termasuk salah satunya ada dompet, yang tidak pernah saya beli," ucapnya.

Rasa curiga nya tidak sampai di situ, ketika suaminya tertidur Deasy mencoba memeriksa handphone milik suaminya.

"Saya periksa handphonenya pas dia tidur. Setelah saya periksa ternyata ada bukti bahwa barang - barang itu pemberian dari selingkuhan nya, saya periksa lagi handphonenya ada chat dari perempuan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, wanita yang berprofesi sebagai dokter ini menjelaskan bahwa, ia juga menemukan sejumlah bukti transfer kepada selingkuhan suaminya itu. Bahkan, suaminya dan perempuan tersebut berencana melakukan pernikahan siri dalam waktu dekat

"Ternyata mereka sering ketemu, rencana menikah dalam waktu dekat. Terus ada beberapa bukti transfer ke perempuan itu," ungkapnya.

Tidak sanggup menahan emosi, malam itu juga ia langsung membangunkan suaminya dan mempertanyakan bukti - bukti itu.

"Saya pertanyakan juga di malam itu. Ini apa kenapa ditransfer. Dia marah langsung bilang bukan urusan saya, besok pagi saja dibahas dia bilang," katanya.

Kemudian, keesokan harinya ia mencoba membangunkan suaminya berniat untuk mempertanyakan lagi temuannya. Suaminya yang kaget, melihat handphonenya diperiksa oleh korban langsung marah dan memukul istrinya.

"Dia kaget, dilihatnya saya megang handphonenya. Dia nggak terima, saya langsung dipukul dibagian tangan sebelah kiri," tuturnya.

Selanjutnya, Deasy dan suaminya pun terlibat percekcokan hingga akhirnya pelaku langsung menganiaya dirinya hingga mengalami luka memar dan trauma.

"Dia kembali memukul saya dengan tas yang didalam ada isinya. Dipukulnya di bahu sebalah kiri lalu mental ke kepala. Karena saya melawan saya di tamparnya. Saya dipukuli sampai tersudut di tempat tidur saya melindungi diri," ucapnya.

Penganiayaan itu pun terhenti, ketika korban mencoba menelpon mertuanya untuk meminta pertolongan atas kejadian penganiayaan itu.

"Saya telpon orang tua kandungnya, nggak ngangkat mungkin lagi rapat di DPRD. Terakhir saya telpon orang tua tirinya yang juga anggota DPR Tebingtinggi, dia yang ngangkat telpon saya disitulah dia berhenti mukuli saya," sebutnya.

Setelah kejadian, pihak keluarga dari pelaku pun tidak ada berupaya mendamaikan keduanya. Malahan, Deasy disuruh angkat kaki dari rumah tersebut.

Ia pun langsung pergi dan melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polrestabes Medan. Deasy juga mengaku bahwa ini bukan kejadian pertama kalinya.

"Saya langsung melapor. Yang pasti ini bukan yang pertama, sudah sering kali, ini yang terparah yang bikin saya trauma, fisik saya luka. Keluarga juga tidak ada berupaya untuk mendamaikan," ujarnya.

"Tidak ada rencananya untuk dipulangkan saya secara bagus - bagus. Saya harus keluar dari rumah itu, saya sadar diri saya keluar buat laporan," sambungnya.

Ia pun berharap agar suaminya segera ditankap polisi dan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

"Semoga dia dapat hukuman yang setimpal dengan apa yang dia perbuat ke saya. Saya rasa udah, lebih baik berakhir. Nggak mungkin juga diteruskan karena sudah tidak manusiawi lagi," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com