HETANEWS.com Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif dapat menjadi solusi dalam penyelesaian kasus tindak pidana ringan atau Tipiring.

Hal itu disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAMPidum) Fadil Zumhana saat rapat dengar pendapat [RDP] dengan Anggota Komisi III DPR-RI pada Rabu 23 Maret 2022 bertempat di Ruang Rapat Komisi Ill DPR RI.

Dilansir dari akun IG Kejari Siantar, Zumhana mengatakan dalam upaya penegakan hukum, pendekatan keadilan restoratif, bertujuan untuk mengembalikan kondisi di masyarakat seperti semula dan dapat menjadi suatu alternatif dalam penyelesaian suatu tindak pidana. Artinya penyelesaian tindak pidana tidak selalu bersifat retributif (pembalasan). 

Selanjutnya, JAMPidum juga mengatakan pembentukan Rumah RJ yang sudah dilaunching oleh Jaksa Agung pada Rabu 16 Maret 2022 lalu dapat menjadi sarana penyelesaian perkara diluar persidangan (afdoening buiten process). 

Sebagai alternatif solusi memecahkan permasalahan penegakan hukum dalam perkara tertentu yang belum dapat memulihkan kedamaian dan harmoni dalam masyarakat seperti sebelum terjadinya tindak pidana. 

Saat ini, hampir di semua kejaksaan se-Indonesia telah membentuk Kampung RJ. 

Saat ini Kejaksaan Negeri Siantar telah melakukan evaluasi daerah/kampung yang akan dipilih menjadi Kampung RJ. Direncanakan kelurahan/desa terluar yang akan dipilih menjadi Kampung RJ.

"Rencananya, desa terluar Siantar yang akan dipilih menjadi Kampung RJ. Tidak ada kriteria untuk menetapkan Kampung Restorative Justice," kata Kasi Intel Kejari Siantar Rendra Yoki Pardede ditemui Jumat (25/3).

“Kemungkinan bisa saja di daerah yang paling banyak tindak pidana maupun daerah yang pernah dilakukan/mengalami keadilan restoratif,” katanya menjelaskan.

Rendra menambahkan, pihaknya telah menuntaskan 3 perkara melalui RJ, 2 perkara di akhir Desember 2021 dan 1 perkara di awal Januari 2022.