Jakarta, hetanews.com - Immanuel Ebenezer alias Noel dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha BUMN PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Keputusan itu dia terima Rabu (23/3), namun akan berlaku efektif Kamis (24/3) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Meski begitu, menurut dia, pemegang saham tidak memberikan penjelasan detail alasan pencopotan dirinya. Dia menduga karena dirinya pernah membela Munarman.

"Sepertinya karena itu (bela Munarman) sebagai pintu masuk (dirinya dicopot)," kata dia, Rabu (23/3).

Sebelumnya pada 23 Februari 2022, Noel hadir sebagai saksi meringankan bagi terdakwa Munarman dalam lanjutan sidang dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.Ia mengaku menjadi saksi meringankan bagi Munarman atas inisiatifnya sendiri.

"Saya meminta kepada Munarman untuk menjadi saksi beliau. Saya yang minta ya, bukan Munarman yang minta. Kemudian Munarman sepakat kan saya punya hubungan perkawanan. Sejarah berkawan dengan Munarman," ujarnya.

Noel menolak label teroris yang disematkan pada Munarman. Ia menyebut kejadian saat Munarman menjadi koordinator Aksi 212 di Monas pada 2016 lalu. Andai Munarman teroris, kata Noel, dia punya kesempatan untuk menyerang Jokowi dan para pejabat negara lainnya saat itu.

"Kalau seandainya Munarman teroris, Munarman punya kesempatan untuk menyakiti kepala negara kita, Presiden Jokowi," ucapnya.

Pada 14 Maret 2022, Massa aksi yang tergabung dalam aliansi Merah Putih Bergerak mendesak Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Noel dari jabatan Komisaris Utama PT Mega Eltra. Mereka menilai Noel tidak patuh terhadap SE Menteri BUMN Nomor 15/MBU/XI/2021 yang menyatakan pejabat dilarang menjadi pendukung tindakan terorisme.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan Kementerian BUMN berkomitmen pada gerakan anti terorisme dan akan segera melakukan evaluasi di tubuh PT Pupuk Indonesia.

"Komitmen Kementerian BUMN itu membersihkan yang namanya terorisme, itu sudah dasarnya kita. Dari kawan-kawan kita akan secepatnya evaluasi dan kami akan informasikan," ujarnya di kantor Kementerian BUMN, Senin (14/3).

Kendati begitu, Arya menegaskan bahwa PT Mega Eltra tidak berada di bawah naungan Kementerian BUMN langsung. Sehingga, pihaknya hanya akan meminta PT Pupuk Indonesia evaluasi langsung subholdingnya tersebut.

"Kalau anak perusahaan itu yang mengangkat induknya. Seperti Mega Eltra ya yang mengangkat PT Pupuk, kami akan meminta secepatnya PT Pupuk melakukan evaluasi," imbuhnya.

Dalam RUPSLB Pupuk Indonesia Holding Company hari ini Kamis (24/3), Noel secara resmi akan diberhentikan dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra.

Tak hanya pernah membela Munarman, Noel menilai banyak pendukung dan pemilih Jokowi yang benci padanya. Noel memastikan tidak akan melakukan perlawanan apa pun terhadap keputusan tersebut. Sebab, dia mengaku dirinya bukan orang yang haus kekuasaan dan jabatan.

"Buat apa melakukan perlawanan, nanti seakan-akan saya minta jabatan lagi, saya enggak mau, ambil aja itu jabatan. Jabatan itu kan di genggaman tangan, tapi integritas itu enggak bisa ada yang lawan. Integritas saya, saya jaga," katanya.

Immanuel Ebenezer dikenal sebagai Ketua Jokowi Mania (Joman), salah satu organisasi relawan pemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Ia juga tergabung dalam organisasi yang menamakan diri Kelompok Aktivis 98. Pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Noel menjadi relawan Ahok lewat Basuki Tjahaja Purnama Mania (Batman).

Pada 25 Agustus 2020, Noel diangkat menjadi Komisaris PT Mega Eltra, anak usaha Pupuk Indonesia Holding Company yang bergerak di bidang perdagangan pupuk dan jasa konstruksi. Kemudian pada 12 Juni 2021, Noel menjadi Komisaris Utama PT Mega Eltra.

Ia kerap diberitakan karena membuat laporan atau dilaporkan ke polisi. Pada 1 April 2016, Noel melaporkan Yusron Ihza Mahendra karena postingan berbau SARA di media sosial. Lalu pada 4 Februari 2019, Noel dilaporkan ke polisi karena pernyataannya yang menyebut peserta aksi 212 sebagai 'kelompok penghamba uang'. Lalu pada 14 Januari 2022, Noel mempolisikan Ubeidilah Badrun, dosen UNJ yang melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas dugaan KKN.

Namanya kembali disebut-sebut karena menjadi saksi meringankan dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana terorisme atas terdakwa Munarman. Kesaksiannya membuat sejumlah pihak meradang, di antaranya Denny Siregar dan Eko Kuntadhi.

sumber: kumparan.com