SUBANG, HETANEWS.com - Langkah Polda Jabar membentuk tim khusus untuk mengusut kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang dinilai tidak efektif. 

Menurut Kriminolog dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Yesmil Anwar, tim khusus ini bukan memperterang persoalan, tapi memperlama.

"Karena belum tentu tim khusunya bekerja dengan maksimal, karena sering kali tim khusus banyak juga pekerjaan-pekerjaan lain. Yang penting kembali lagi melakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius apakah oleh tim khusus atau lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, pembentukan tim khusus untuk mengusut tewasnya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

"Jadi terkait (kasus) Subang, kita bentuk tim khusus untuk menangani kasus dan pengungkapan kasus pembunuhan di Subang ini," ucap Tompo belum lama ini.

Disinggung gambar sketsa wajah terduga pelaku yang dibuat tim Inafis Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, menurut Yesmil Anwar mengatakan, dengan dikeluarkannya sketsa wajah terduga pelaku, berarti polisi sudah ada targetnya.

"Kalau sudah ada sketsa wajah, ya berarti sudah ada target," kata Yesmil saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (16/3/2022).

Harusnya, kata Yesmil, itu menjadi lebih mudah apabila menggunakan forensik digital. Namun, ia menduga data yang disimpan dalam file polisi mungkin belum lengkap.

"Harusnya kemampuan teknologinya dipertinggi, dan kemampuan analisinya juga," ujarnya.

Dengan belum terungkapnya kasus tersebut, Yesmil pun mengaku kecewa dengan pihak kepolisian.

"Ya agak kecewa, profesionalitas polisi tidak maksimal, terlalu banyak statement tapi kemajuannya lambat" kata pakar hukum pidana ini.

Bukan itu saja, Yesmil juga meminta pihak kepolisian untuk tidak banyak membuat pernyataan. Sebab, itu akan memperkeruh dan menurunkan wibawah.

"Jadi kerja saja sebaik mungkin, lalu kalau memang sangat jelas baru umumkan," ujarnya.

Belum terungkapnya kasus ini, kata Yesmil, profesionalitas polisi perlu ditingkatkan.

"Jadi lebih baik polisi untuk irit berbicara, karena bisa menurunkan profesionalitasnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kombes Pol Ibrahim Tompo sebeumnya mengurai telah memeriksa lebih dari seratus saksi dalam kasus ini. 

Sejumlah barang bukti pun telah didapatkan, akan tetapi polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan itu. Kendati begitu polisi terus lakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus ini.

"Pemeriksaan dilakukan semakin mendalam terhadap beberapa saksi dan alat bukti," Kata Tompo.

Ditanya soal pengusutan Danu yang membersihkan kamar mandi di tempat kejadian perkara (TKP), Tompo belum dapat menjelaskan perihal kejadian itu.

"Kalau merupakan data teknis, termasuk info yang dikecualikan," ucapnya.

Seperti diketahui, Kapolda Jabar Irjen Suntana sudah memerintahkan jajarannya untuk mengebut proses pengungkapan kasus Subang.

Pihaknya pernah menargetkan bahwa kasus tersebut akan terungkap pada awal 2022. Namun hingga saat ini, pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang masih misteri. Meski begitu,

Satuan Reser Kriminal Umum Polda Jabar masih berupaya melakukan pengungkapan siapa pembunuh anak dan ibu tersebut. Kasus ini telah diambil alih Polda jabar sejak tanggal 15 November 2021.

Pelimpahan kasus ini bertujuan untuk mengefisiensikan waktu penyidikan dan penyelidikan kasus. Segala petunjuk dan bukti yang bersifat konvesional yang dapat membantu penyidikan bakal disandingkan secara digital.

Yoris Mangkir dari Panggilan Polisi

Saksi kunci pembunuhan ibu dan anak di Subang, Yosef Hidayah beber masa lalu anak laki-lakinya Yoris Raja Amanullah yang bersifat temperamental dan pernah diruqyah. (Kolase tangkapan layar TribunJabar)

Senin (7/34/2022), penyidik Polda Jabar kembali memanggil Yoris Raja Amanullah dan ayahnya, Yosef Hidayah untuk pemeriksaan lanjutan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut.

Namun, hanya Yosef yang menghadiri panggilan penyidik tersebut, sedangkan Yoris mengaku sedang sakit hingga pemeriksaan harus dijadwalkan ulang.

Hal itu diungkapkan oleh anggota Tim Kuasa Hukumnya, Fajar Sidik saat dihubungi reproter TribunJabar (grup SURYA.co.id).

"Sebetulnya bukan Pak Yosef saja yang dipanggil, tapi klien kami lainnya Yoris sebenernya dipanggil juga," ujar Fajar saat dihubungi melalui sambungan seluler, Senin.

"Yoris sakit, jadi hari ini cuman Pak Yosef saja. Cuman kami masih belum mengetahui, ya, agendanya apa tunggu aja nanti," katanya.

"Yoris diundur jadinya, kalo Pak Yosef pasti jadi hari ini," Fajar menambahkan.

Di bagian lain, Rohman Hidayat, kuasa hukum Yoris dan Yosef meyakini polisi akan segera menangkap pelaku kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Penangkapan pelaku kasus Subang itu, ucap Rohman Hidayat, diyakini segera setelah hasil pemeriksaan Yosef.

Menurut Rohman, dalam waktu dekat, polisi merilis tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Saya yakin polisi segera mengungkap pelaku. Saya optimistis lah. Keterangan Pak Yosef hanya menyempurnakan untuk menambahkan keyakinan polisi agar segera mengungkap (pelaku)," ujar Rohman ketika dihubungi melalui sambungan ponsel, Senin (7/3/2022).

Bahkan, kuasa hukum Yosef itu sangat yakin Polda Jabar sudah mengantongi nama tersangka.

"Saya yakin polisi sudah mengantongi nama tersangka, pemanggilan kali ini untuk segera menetapkan tersangka lah secepatnya," katanya.

Terkait pemeriksaan Yosef, Rohman mengungkapkan, pertanyaan yang dilontarkan penyidik hanya sekitar delapan. 

"Pemeriksaan gak lama paling cuman tiga jam saja, ngobrol, pertanyaan pokoknya juga paling cuman delapan," ujar Rohman saat dihubungi melalui sambungan seluler, Senin (7/3/2022).

Menurut Rohman, selam tiga jam pemeriksaan, Yosef masih ditanya penegasan aktivitasnya pada waktu kejadian 18 Agustus 2021 lalu serta lebih lebih kepada kebiasaan dari Tuti Suhartini serta Amalia Mustika Ratu.

"Ditanya detail tanggal 18 Agustus 2021 pagi-pagi, kemudian detail tentang kebiasaan dari Bu Tuti dan Amalia udah itu saja," katanya.

Selain itu, kata Rohman, keterangan awal dari Yosef, kliennya sedari awal pemeriksaan sampai dengan hari ini masih sesuai dengan apa yang diutarakan dan tidak ada perubahan apapun.

Bahkan, dari keterangan Yosef semakin menguatkan kliennya tidak terlibat apapun pada kematian Tuti serta Amalia. Hal tersebut terungkap pada rekaman CCTV yang dimiliki oleh pihak kepolisian.

"Tapi pada intinya, mah, keterangan Pak Yosef itu sesuai dengan rekaman CCTV yang ada di penyidik lah. Jadi keterangan Pak Yosef tadi dicocokan dengan CCTV," ucap Rohman.

"Jadi sesuai itu dari menitnya, jamnya itu sangat sesuai dengan CCTV berawal Pak Yosef berangkat dari rumah Bu Mimin (Istri mudanya)," Rohman menambahkan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kriminolog: Kalau Sudah Ada Sketsa Wajah, Berarti Ada Target"

Sumber: tribunnews.com