SIANTAR, Hetanews.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) menggelar pelatihan wastra dan kurasi produk UMKM (kuliner, fashion, kriya) oleh Fashion Institute Bandung dan Dekranasda Provinsi Sumatra Utara dalam rangka road to festival Sisi Batas Labuhan. 

Sisi Batas Labuhan (Siantar-Simalungun-Batubara-Tanjungbalai-Asahan-Labuhanbatu-Labuhanbatu Utara-Labuhanbatu Selatan) merupakan 8 kabupaten/kota wilayah kerja KPw-BI Pematangsiantar. Pelatihan Wastra dan Kurasi produk UMKM yang berlangsung sejak 8 -10 Maret di Lantai V Gedung KPw-BI Siantar di jalan Adam Malik merupakan suatu upaya mengembangkan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Perlu diketahui Wastra adalah sehelai kain yang dapat diartikan jenis kain tradisional lainnya yang berasal dari segala penjuru daerah di Indonesia. Kurasi adalah festival atau galeri. Kurator adalah orang yang bertugas memberikan penilaian. Sedangkan Kriya adalah kerajinan tangan. 

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Teuku Munandar, Rabu (9/3/2022) dihadapan peserta UMKM Kreatif dari 8 kabupaten/Kota Sisi Batas Labuhan.

Dengan Thema “Membentuk UMKM yang Filosofis, Kreatif dan Inovatif”, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan kemampuan UMKM untuk menciptakan diversifikasi produk.    

Dalam kegiatan tersebut, KPw BI Siantar menghadirkan narasumber Desainer Nasional dari Islamic Fashion Institute, Bandung yakni Irna Mutiara bersama tim. Juga Kurator dari Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, lbu Ir. Hasnah Lely Hayati Siregar, M.M. (Kurator Produk Kriya) dan lbu Trioni Prahayuningsri (Kurator Produk Kuliner) serta dari IFI Bandung Ibu Irna Mutiara (kurator produk fashion)

Dalam proses Kurasi, para Kurator memberikan masukan mengenai berbagai hal terkait peningkatan kualitas produk UMKM. Melalui proses “Kurasi” diharapkan para pelaku UMKM mampu melakukan penyempurnaan produknya sehingga memiliki daya saing yang lebih baik.    

Teuku Munandar juga mengatakan jika Bank Indonesia Pematangsiantar akan berupaya untuk melaksanakan program-program pemberdayaan UMKM di sektor ekonomi kreatif. Potensi SDA maupun SDM Prov.Sumatera Utara, dinilai akan dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan ekonomi sepanjang kita mampu memanfaatkan semua peluang dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki, ungkapnya.

“Agar produk UMKM dapat memiliki daya saing yang tinggi, diperlukan strategi yang tepat antara Iain dengan pelatihan dan bantuan teknis, sehingga dapat memperkuat kompetensi pelaku UMKM, baik dari sisi produksi, pemasaran, dan manajemen usaha. Ini adalah merupakan salah satu tujuan BI Pematangsiantar melaksanakan kegiatan pelatihan wastra dan kurasi produk UMKM saat ini,” jelasnya lagi           

Dalam pemberdayaan UMKM, Bank Indonesia Pematangsiantar memerlukan dukungan dari semua pihak. Perlu adanya sinergitas dan kolaborasi antara BI dan pemerintah daerah, Dekranasda Provinsi, Kota, dan Kabupaten juga stakeholder Iainnya dalam rangka memajukan UMKM. 

Atas nama Pemko Pematangsiantar, Zainal Siahaan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena dipastikan dapat menambah ilmu pelaku usaha UMKM dan juga mengembangkan ekonomi kreatif. Dimana sejak pandemi, pelaku UMKM lah yang paling berdampak. Semoga dengan kegiatan tersebut, perekonomian dapat berkembang dan kembali memulihkan kondisi pereko6saat ini, kata Zainal.