HETANEWS.com - Pemkab Simalungun menyesalkan sikap distributor minyak goreng PT Industri Nabati Lestari [INL] yang berkantor di KEK Sei Mangkei, Bosar Maligas.

Pasalnya, kerjasama yang dijalin pemerintah dalam upaya mengatasi kelangkaan minyak goreng dengan perusahaan tersebut tidak berjalan dengan mulus.

Kadisperindag Simalungun, Leo Sihaloho mengaku sudah 2 kali mengirimkan surat permohonan permintaan kebutuhan minyak goreng.

Surat tersebut juga dibubuhi tanda tangan tangan Bupati, bahkan sudah mendatangi kantor namun tak ada respon dari perusahaan tersebut.

“Tak hanya disurati, saya langsung datang ke lokasi Pabrik INL bertemu dengan manajemen. Tapi jawaban mereka tidak memberikan solusi malah terkesan mempersulit.” kata Leo dalam keterangan tertulis di page Facebook Pemkab Simalungun.

Menurut Leo perusahaan tersebut tidak memberikan solusi bagaimana mengantisipasi kelangkaan minyak goreng, malah terkesan mempersulit pemerintah.

“Mereka yang beroperasi di Simalungun Tapi lebih mengutamakan alokasi kebutuhan daerah lain dan distributor. Itu pun kita minta diarahkan ke distributor mereka, tak juga respon,” ucap Leo menambahkan.

Pihaknya kemudian menghubungi produsen minyak goreng yakni PT Wilmar Group dan akhirnya menyalurkan 50.400 liter dan PT Permata Hijau Palm Oleo menyalurkan 25.200 liter minyak goreng.

Adapun jumlah minyak goreng yang didapat 75.600 liter siap disalurkan ke setiap kecamatan di Kabupaten Simalungun.

“Semuanya produk minyak goreng kemasan. Kalau dari PT INL sampai sekarang tidak ada,” terang Leo.

Dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng, Leo berharap produsen minyak tanggap dan memberi solusi agar masyarakat tidak kewalahan apalagi dalam situasi menjelang perayaan Idul Fitri.

“Kasihan masyarakat kewalahan mendapatkan minyak goreng. Jadi kita berharap, adanya koordinasi baik antara pemerintah, produsen minyak dan distributor untuk bersama-sama mengatasi kelangkaan minyak goreng,” ucapnya.