Semarang, hetanews.com - Ribuan driver ojek online (Ojol) padati Jalan Pahlawan Kota Semarang. Ribuan driver tersebut berasal dari Kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Banyumas, Purwokerto hingga Brebes.

Mereka berkumpul di Jalan Pahlawan yang tepat di depan Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, untuk menyuarakan nasib para driver Ojol.

Dalam aksi, ribuan driver Ojol tersebut menyampaikannya empat tuntutan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di mana driver Ojol di Jawa Tengah minta agar pemerintah memperhatikan nasib para driver Ojol.

Selain itu, massa juga meminta Gubernur Jateng agar segera merumuskan peraturan daerah terkait penyesuaian tarif.

Penyesuaian tarif didengungkan, karena menurut peserta aksi ada ketidak sesuaian tarif pada 4 aplikator yang merugikan para driver Ojol.

Selain itu, massa juga meminta Gubernur Jawa Tengah dan pemerintah daerah, untuk memastikan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan driver Ojol saat bekerja.

Yang terakhir, peserta aksi meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Tengah, agar memasukan driver Ojol dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Empat tuntutan tersebut terus didengungkan massa yang berkumpul di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah sedari pagi.

Ugi Nugroho, perwakilan driver Ojol yang tergabung dalam Go Jateng, menjelaskan, aksi tersebut merupakan gerakan yang sudah disepakati para driver Ojol.

"Aksi hari ini merupakan aksi yang sudah disepakatinya oleh rekan-rekan, yang sudah bekerja dari 2015 hingga 2022," katanya di sela-sela aksi, Senin (7/3/2022).

Dilanjutkannya, para driver Ojol meminta pemerintah dan aplikator memperhatikan kesejahteraan driver Ojol. "Untuk itu kami menggelar aksi untuk menyerukan nasib para driver Ojol. Jika tuntutan tidak ditanggapi kami akan gelar aksi lebih besar lagi," katanya.

Adapun Awan Pramono, Ketua Orang-orang Aspal (02A), yang juga mewakili driver Ojol, menegaskan, nasib para driver Ojol semakin memprihatinkan.

"Kami minta aplikator mengerti, karena mereka bisa makan enak dan duduk di kantor berkat keringat driver," ucapnya.

Awan menuturkan, para driver Ojol menggelar aksi untuk menutut hak dan perbaikan nasib dan kesejahteraan.

"Tuntutan kami, ada payung hukum untuk driver Ojol, karena selama ini kami hanya dianggap mitra, di saat kami melakukan kesalahan kecil kami ditindak tegas. Namun kesejahteraan kami tak diperhatikan," tambahnya.

sumber: suara.com