HETANEWS.com - Hingga bulan ke-7 kasus pembunuh ibu dan anak di Subang belum juga ada titik terang. Ada banyak kejanggalan yang jadi pertanyaan publik di kasus Subang ini terkait temuan-temuan, namun pada kenyataannya itu tidak membantu pengungkapan.

Bahkan akademisi di Thailand, Anjas, menghitung ada 11 temuan yang diharapkan bisa jadi petunjuk, salah satunya misteri jejak HP yang tidak ditemukan di TKP kasus Subang.

Namun, siapa tahu sebenarnya ada kemajuan, ada titik terang soal kasus Subang ini, karena tim penyidik tidak selalu harus mempublikasikan semua perkembangan dan petunjuk yang sudah mereka kumpulkan, termasuk jejak HP.

Tapi pada sisi lain, update keterangan dari tim penyidik soal kasus Subang ini dibutuhkan untuk meredam atau mengklarifikasikan semua pertanyaan yang masih ada di mata publik.

Anjas menyebut ada 11 temuan yang sebenarnya bisa jadi petunjuk bagi tim penyidik untuk membantu pengungkapan di kasus Subang.

Bisa jadi pula, sebenarnya 11 temuan tersebut sudah didalami tim penyidik kasus Subang, namun karena tidak ada keterangan yang diberikan kepada media massa sehingga itu tidak tersampaikan ke publik.

Dalam kanal Anjas di Thailand dengan judul “RANGKUMAN 6 BULAN MISTERI KASUS SUBANG !!” yang tayang pada Minggu, 6 Maret 2022, Anjas membahas 11 temuan tersebut.

Baca juga: Oknum Banpol Bongkar Gelagat Danu Saat di TKP Kasus Subang, Bocorkan Obrolan Sebelum Kuras Bak Mandi

11 Temuan di Kasus Subang

Akademisi di Thailand, Anjas, yang mengawal kasus Subang dalam beberapa bulan terakhir, mengakui ada 11 temuan yang sebenarnya diharapkan bisa jadi petunjuk bagi tim penyidik.

Ke 11 temuan itu, menurut Anjas, berdasarkan data yang dia kumpulkan dari data-data yang sudah tersebar di media massa.

Adapun 11 temuan itu adalah :

1. Jejak plafon dan tangga di TKP

Salah seorang kuasa hukum Yosef, Fajar Sdik mengakui pada prtengahan Januari 2022, kliennya didatangi tim penyidik. Tim penyidik yang datang ke rumah Yosef, mengklarifikasi soal pintu belakang, tangga, dan atap di TKP kasus Subang.

“Kenapa didatangi lagi, mungkin ada jejak darah atau sidik jari. Ada yang beranggapan itu sdh lama pasti sudah hilang. Tapi mungkin saja datanya didapatkan tim penyidik pada saat olah TKP,” paparnya.

“Atau ada jejak DNA milik siapa ada yang belum bisa diidentifikasi dan tidak termasuk dari 106 saksi,” paparnya.

2. Noda darah di saksi

Jejak noda darah yang ditemukan di pakaian salah satu saksi, sudah ada keterangannya. Soal asal bercak darah atau tipikal bercak darah bisa diidentifikasi di labolatorium, apakah darah korban atau bukan darah kedua korban.

3. DNA puntung rokok

Menurut Anjas, ada banyak merek rokok, dan ada salah satu punting rokok milik salah satu saksi dan sudah ada keterangan dari kuasa hukumnya. Usia punting rokok juga bisa ditangani secara ilmiah untuk menyelidiki asal dan usia puntung rokok tersebut.

4. Dua jejak kaki berbeda

Ini disampaikan oleh Kapolres Subang. Kalau memang penemuan 2 jejak kaki ini hasil olah TKP kasus Subang di awal, maka ini akan jadi petunjuk sangat berarti. Sebab, 48 jam pertama adalah krusial dan penting untuk membantu pengungkapan kasus Subang.

5. Anjing pelacak

“Yang pertama ada salah satu saksi diendus, ada yang berpendapat penurunan anjing pelacak karena diturunkan beberapa minggu setelah kasus Subang terjadi,” ujarnya.

“Menurut para ahli itu memang terlambat, tapi apakah keterlambatan itu akan memperngaruhi kevaliditasnnya?” tanya Anjas.

Yang kedua adalah saat anjing pelacak mengendus tong sampai di tempat pencucian. Bisa jadi di situ ada temuan, misal secarik kertas atau peta, atau intruksi yang ditemukan anjing di tong sampah.

6. Isu luka di salah satu saksi sehari setelah kejadian

Keterangan itu, menurut Anjas, keluar dari keterangan saksi itu sendiri. Tp itu sudah diklarifikasi baik oleh saksi maupun oleh kuasa hukumnya.

7. Perubahan waktu kematian

Pakar forensik Mabes Polri, dr. Sumy Hastry menyatakan, hasil otopsi kedua menghasilkan dua hal yakni koreksi dan menambahkan hasil otopsi pertama. Koreksi yang dimaksud adalah soal waktu kematian.

“Ini aneh, apakah ada oknum yang terlibat, padahal waktu kematian sangat fundamental. Atau karena ada kendala teknis SDM yang melakukan otopsi pertama, seperti saat itu masih PPKM dan 17 Agustus,” paparnya.

8. Rekening koran amel

Hingga saat ini belum ada keterangan dari tim penyidik kasus Subang soal temuan dari printout rekening Koran Amel.

“Mungkinkan ada dana-dana yang mengalir kepada orang-orang penting di Subang atau di Jabar. Itu belum ada keterangan soal temuan apa yang ada di rekening Koran Amel tersebut,” tuturnya.

9. Tidak ada data HP di BTS

Dari pemberitaan di media massa tentang kasus Subang yang ada soal HP Tuti dan HP Amel, termasuk 3 HP Amel yang dinyatakan hilang.

Namun, yang jadi misteri tidak ada data HP BTS orang lain selain HP Tuti dan Amel, saat kejadian pada 18 Agustus 2021 dinihari.

Apakah pelaku atau dalang cukup tahu soal ini sehingga memerintahkan para pelakunya untuk tidak membawa alat komunikasi saat eksekusi.

10. CCTV

Bukti CCTV akan sangat penting sebagai petunjuk terkait dengan kondisi terakhir di TKP saat kejadian kasus Subang. Tetapi kenyataanya, ada beberapa CCTV di sekitar TKP yang ternyata dalam keadaan mati.

11. Sopir Alphard di sketsa

Pada 29 Desenber 2021, Polda Jabar telah merilis sketsa yang diduga pelaku kasus Subang. Namun, sampai saat ini kelanjutannya belum jelas.

Karena tidak ada update penjelasan dari Polda Jabar terkait sketsa foto samping dan belakang yang diduga pelaku kasus Subang.

Baca juga: Kasus Subang, Pelaku Pembunuh Tuti dan Amel, Ada di Lokasi dan Melihat Olah TKP di Tanggal 18 Agustus?

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com