JAKARTA, HETANEWS.com - Politikus Gerindra, Fadli Zon, menanggapi sejarawan tim naskah akademi Keppres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang tidak ingin berdebat dengannya. Fadli mengatakan bahwa sejarawan harusnya terbuka untuk diskusi.

"Harusnya mereka sebagai insan akademis punya keterbukaan untuk diskusi, dialog dan budaya debat. Apalagi sejarawan harus dituntut tanggung jawab ketika menjadi dasar bagi sebuah keputusan politik seperti Keppres," kata Fadli Zon kepada wartawan, Sabtu (5/3).

Fadli Zon mengatakan bahwa sejarawan memilih tanggung jawab moral dan sosial. Menurutnya, berbahaya jika menghapus sejarah atau membelokkan sejarah.

"Mereka harus tanggung jawab karena punya dampak nasional. Sejarawan punya tanggung jawab moral dan tanggung jawab sosial. Jangan jadi tukang stempel. Berbahaya menghapus sejarah atau membelokkan sejarah," kata Fadli.

Sumber: jitunews.com