JAKARTA, HETANEWS.com - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi tampaknya tak percaya dengan cerita warga Tionghoa Indonesia, Lieus Sungkharisma tentang Front Pembela Islam (FPI).

Sebelumnya, Lieus menuturkan bahwa FPI berperan melindungi etnis Tionghoa saat kerusuhan 98. Namun, menurut Eko, apa yang disampaikan Lieus itu terkesan ganjil.

Pasalnya, FPI baru berdiri pada 17 Agustus 1998. Sedangkan kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa terjadi pada Mei 1998.

“Kayaknya tahun 1998 Rizieq masih jualan minyak wangi deh. FPI belum ada,” sindirnya lewat akun Twitter @_ekokuntadhi, dikutip Kamis (3/3).

Diketahui, Lieus Sungkharisma sempat menceritakan bahwa FPI andil melindungi kaum Tionghoa saat kerusuhan 98 pecah.

“Bahkan 98 (kerusuhan 1998) juga ada yang bilang, ‘waduh, dulu kalau gak ada FPI sih kita punya gudang-gudang itu banyak preman-preman yang malakin ya’, jadi FPI justru yang belain (pedagang tionghoa Indonesia) saat kerusuhan 98,” jelasnya.

Sumber: jitunews.com