HETANEWS.com - Kasus pembunuhan Subang masih terus menjadi sorotan publik, karena belum terungkapnya siapa pelakunya. Namun ada yang menganalisis kemungkinan dalang pelaku pembunuhan membuat setingan agar mengarah Ke 3 orang saksi.

Seperti yang di analisis oleh Fredy Sudaryanto seorang Youtuber yang selalu mengawal kasus Subang.

Menurut Fredy kemungkinan dalang kasus pembunuhan Subang itu, bisa saja memanfaatkan pernah adanya dugaan dari keterangan Kapolres Subang, AKBP Sumarni, bahwa pelaku adalah orang dekat.

Dengan demikian, kata Fredy Sudaryanto, bisa saja kemungkinan dalang kasus pembunuhan Subang itu membuat sejumlah setingan agar mengarah kepada tiga orang saksi yaitu Yosef, Yoris dan Danu yang merupakan orang dengan dengan korban Tuti (55) dan Amel (23).

Seperti diketahui Yosef merupakan suami dari Tuti dan ayah dari Amel, sedangkan Yoris adalah anak dan kakak dari korban, serta Danu merupakan keponakan dan sepupu dari korban kasus pembunuhan Subang.

Dalam kasus pembunuhan Subang ini Yosef, Yoris dan Danu sebagai saksi memang selalu menjadi sorotan karena yang paling sering dipanggil polisi untuk dimintai keterangannya.

Lalu, apakah ada orang lain yang mencoba memframing Yosef, Yoris, dan Danu?

Dugaan itu bisa saja muncul, yang dilakukan oleh dalang kasus Subang, yang mencoba memanfaatkan keterangan Kapolres Subang tersebut untuk memframing Yosef, Yoris, dan Danu.

Padahal maksud Kapolres Subang, bisa saja yang dimaksud orang terdekat itu dekat dalam artian tidak hanya hubungan kekerabatan dengan korban, tetapi bisa saja hubungan pekerjaan, kedekatan jarak, dsb.

“Apakah ada orang di belakang ketiga saksi ini, yang membuat setingan-setingan sehingga ketiga saksi ini seolah-olah dibuat mempunyai kejanggalan,” tutur Fredy.

Pernyataan Fredy Sudaryanto tersebut yang disampaikannya dalam kanal YouTube Fredy Sudaryanto Sport dengan judul “Ketiganya ada Hal yang Sama, Dia nya ada di Luar sana ..M3ngamati ?” yang tayang pada Senin, 28 Februari 2022.

Apalagi, menurut dia, ketiga saksi yakni Yosef, Yoris, dan Danu memiliki potensi kejanggalan-kejanggalan selama dalam pengungkapan kasus Subang.

Ini yang kemudian dimanfaatkan orang dibalik ketiga saksi ini untuk memframing Yosef, Yoris, dan Danu, seolah-olah mereka terlibat di kasus Subang.

Fredy memperkirakan, ada kemungkinan dari pihak luar terutama pelaku pembunuhan yang membuat framing agar Yosef, Yoris, dan Danu selalu menjadi perhatian utama dalam kasus Subang ini.

Fredy menilai, jika Yosef, Yoris, dan Danu masih sering muncul di pemberitan media, karena bisa saja ada pemikiran-pemikiran yang muncul di publik terkait ketiga saksi tersebut di kasus Subang ini.

Meski demikian banyak masyarakat, termasuk netizen, yang membuat pemikiran liar soal keberadaan Yosef, Yoris, dan Danu, di kasus Subang ini, yang kenyataanya mereka sudah menjalani belasan kali pemeriksaan.

Fredy Sudaryanto mengatakan bahwa Yosef, Yoris, dan Danu sebenarnya bebas dari tudingan keterlibatan dalam kasus pembunuhan Subang itu.

Sebab, kata Fredy Sudaryanto, alibi ketiga orang itu semuanya kuat. Mereka semua tidak ada di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu rumah kejadian di Ciseuti, Jalancagak.

Baca juga: Kasus Subang Terkini, Apakah Yosef, Yoris, dan Danu, Jadi Korban Setingan Dalang, Sebentar Lagi Terungkap

Saran untuk Yoris

Sementara itu, seorang dosen dari Thailand Anjas juga memberikan analisanya yang disampaikan dalam kanal YouTube Anjas di Thailand dengan judul “DRAMA PENETAPAN TSK SUBANG” yang tayang pada Minggu, 27 Oktober 2022.

Dalam kanal tersebut, Anjas memberi saran kepada Yoris untuk meggunakan kanal YouToubenya untuk kepentingan pengungkapan kasus Subang ini.

Kanal YouTube yang dimiliki Yoris bisa dimanfatakannya untuk mengklarisikasi berbagai pertanyaan yang muncul di masyarakat yang terkait dirinya.

Anjas mengatakan dirinya tidak bisa berharap banyak kepada Yosef, karena dengan usia yang sudah tua, tentu Yosef tidaklah aktif menggubakan medsos.

"Sebaliknya Yoris yang masih muda punya kesempatan untuk itu karena dia punya kanal Youtube seperti Yoris and Family," ujarnya.

Menurut Anjas, hal itu penting untuk tujuan kanal YouTube tersebut sebagai public relations bagi diri Yoris dan kasus Subang ini.

Pada sisi lain, dengan memanfaatkan atau aktif di medsos atau Youtube yang dimilikinya juga bisa ikut menganalisa kasus Subang agar kasus pembunuh Tuti dan Amel tersebut, tidak hilang begitu saja.

Dengan demikian, melalui Youtube tersebut, Yoris ikut mengawal agar kasus pembunuhan Subang tersebut, tetap mendapatkan atensi baik dari pihak kepolisian maupun dari masyarakat.

Anjas mencontohkan dengan apa yang terjadi di Thailand. Belasan lalu ada kasus pembunuhan yang hingga saat ini pelakunya belum tertangkap.

Salah seorang anggota keluarga korban, yang merasa yakin salah satu pelakunya adalah orang-orang berseragam. Sampai saat ini, anggota keluarga korban tersebut rajin membuat tayangan video tentang kasus Subang tersebut.

Bahkan, tayangan video terakhir diposting 16 jam lalu. Tujuan pembuatan video tersebut tidak lain adalah untuk mengingatkan kepada masyarakat di Thailand bahwa ada kasus pembunuhan yang sampai saat ini belum terungkap.

Begitu pula di kasus pembunuhan Subang ini, banyak publik berharap keluarga inti seperti Yoris sebagai anak dan kakak dari korban, atau Yosef sebagai suami dan ayah dari korban, ada upaya-upaya seperti anggota kelurga korban di Thailand

Baca juga: Analisa Mengejutkan Kasus Subang, Eksekutor Bersembunyi di Atap, 3 Sosok Tamu Diduga Dalangnya

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com