HETANEWS.com - Jonwarisman Saragih (60) warga Merek Raya Kabupaten Simalungun, terbukti menjual angka tebakan jenis togel (Toto gelap). Ia divonis 5 bulan penjara disidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (2/3/2022).

Putusan hakim Nurnaningsih,Yudi Dharma dan Widiastuti tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa Sanggam P.Siagian SH. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 303 (1) KUH Pidana. Atas putusan tersebut, terdakwa diberi kesempatan selama 7 hari.

Jika tidak mengajukan banding dalam tempo 7 hari, maka terdakwa harus segera masuk ke tahanan. Karena selama proses persidangan, terdakwa tidak ditahan karena menderita sakit TBC.

Terdakwa ditangkap Personil Polres Simalungun saksi Chandra Kirana, M Syarif dan Yudi Darma dari warung kopi Boru Sinaga di Kelurahan Merek Raya. Ia menjual togel sejak 25 November 2020 dan Januari 2021.

Saat ditangkap, petugas menyita hape Samsung warna hitam berisi pesanan angka tebakan judi togel di kotak masuk dan kotak keluar. Uang tunai Rp.24.000, 2 buah pulpen dan kertas berisi angka tebakan.

Jenis perjudian tersebut bersifat untung-untungan, si pemesan angka tebakan bisa mengirim melalui SMS ataupun dengan cara langsung datang menemui terdakwa di warung Boru Sinaga. Hasil penjualan togel diserahkan kepada bandarnya dan juga pengumpul rekap bernama Serdek Saragih (DPO).

Dari hasil penjualan togel, terdakwa mendapatkan upah 20 persen dari omzetnya. Pemasang /pembeli angka tebakan dikatakan menang jika angka tebakan yang dibeli sesuai dengan angka yang keluar. Jika 2 angka mendapatkan Rp 60 ribu, 3 angka mendapat hadiah Rp 350 ribu dan 4 angka mendapat hadiah Rp 2 juta.