HETANEWS.COM

Razia Pekat Satpol PP di Kos-Kosan Siantar, Ada Kesan Tutupi Identitas Pasangan Terjaring

Pasangan yang ditutupi identitasnya sama Satpol PP kota Siantar, yang terjaring dalam razia pekat di kos-kosan. Pasangan yang di duga melakukan perbuatan asusila saat akan di bawa menggunakan mobil Satpol PP Siantar, Minggu (21/6). LAZUARDY FAHMI

Siantar, hetanews.com- Dalam Razia Penyakit Masyarakat (Pekat), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menjaring 7 orang di beberapa tempat kost-kostan, yang ada di kota Siantar, Minggu (21/6).

Awalnya, Satpol PP melakukan razia di kost-kostan Jalan Mujair dan berhasil menangkap 4 wanita Nur, NTL, Tan, YS dan 1 lelaki Y, setelah itu kemudian bergerak ke Jalan Melanton Siregar dan ke Jalan Cokro, namun di kedua tempat tersebut tak satupun yang berhasil didapat.

Dari situ, Satpol PP bergerak menuju ke Jalan Jawa, Kos-Kosan Kelapa Kuning dan berhasil meringkus sepasang, namun pada saat diringkus seorang wanita menolak untuk menaiki mobil petugas. "Abang adenya kami pak, ngobrol-ngobrolnya kami di dalam, terbukanya pintu kos kami," katanya, namun karena dipaksa oleh Satpol PP dan Polisi akhirnya sang wanita tak bisa melawan dan tetap dibawa ke kantor Satpol PP.

Sesampainya di kantor Satpol PP, wanita yang diduga berprofesi sebagai guru tersebut tiba-tiba jatuh pingsan, diduga kerena shock dibawa ke kantor Satpol PP.

Berdasarkan keterangan dari kasubang Tata Usaha Satpol PP Budiman Saragih mengatakan razia ini sengaja dilakukan demi menjaga ketentraman di bulan Ramadhan. "Razia ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka ramadhan," kata Budiman.

Lanjutnya, dalam penangkapan tersebut tiga orang tidak memiliki identitas diri. "Ada 7 orang, ada 3 orang yang tidak memiliki KTP, dan selebihnya memiliki KTP," sebutnya.

Ke tujuh orang, lanjutnya, setelah ditangkap kemudian di data dan akan diberikan pembinaan oleh Satpol PP. "Kita akan lakukan pembinaan mental dan spritual," katanya.

Razia ini menurut Budiman akan rutin dilakukan selama bulan Ramadhan. "Kita akan melakukan razia setiap sabtu dan minggu," tutupnya.

Namun ketika wartawan meminta inisial dari tangkapan di Kost-kostan Kelapa Kuning Satpol PP enggan memberikan bahkan terkesan menutup-nutupi, hal ini menimbulkan kecurigaan ada apa Satpol PP dengan dua orang tangkapannya?.

"Si wanitanya kan masih pingsan, sedangkan si laki-laki engga mau memberikan identitasnya," kata salah seorang staff Satpol PP.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan