HETANEWS.com - Ada perkembanan terbaru dalam pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021.

Pada pertengahan Januari 2022, ternyata tim penyidik dari Polsek Jalancagak Subang mendatangi rumah Yosef, terkait kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Yang menarik yang ditanyakan tim penyidik kepada Yosef adalah soal atap rumah TKP kasus Subang.

Hal itu memunculkan analisa apakah tersangka atau eksekutor kasus Subang bersembunyi di atap, dan apakah 3 sosok tamu yang bertandang ke TKP di malam sebelum kejadian, terlibat dalam kasus ini. Atau apakah mereka itu dalangnya?

Seperti diketahui, salah seorang kuasa hukum Yosef dan Yoris di kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, Fajar Sidik mengemukakan bahwa sekitar pertengahan Januari 2022, pak Yosef didatangi tim penyidik dari Polsek Jalancagak.

Tim penyidik mendatangi rumah Yosef untuk mengklarifikasi 3 hal. Menurut Fajar, tim penyidik kasus Subang meminta klarifikasi soal kunci pintu belakng TKP, soal tangga, dan atap rumah di TKP.

Akademisi di Thailand yakni Anjas melalui kanal Anjas di Thailand dengan judul “PELAKU UTAMA SEMBUNYI DI ATAP RUMAH SAAT YOSEP DATANG,” yang tayang pada Jumat 25 Februari 2022, menyoroti tentang hal itu.

Menurut Anjas, sepertinya tim penyidik masih kesulitan untuk menentukan tersangka, walau sebelumnya sudah mengemukakan alat bukti dan petunjuk.

Baca juga: Tugas dr. Hastry Belum Selesai, Netizen Terus Pertanyakan Kasus Subang, Apakah Data Ilmiah Bisa Diandalkan?

Ada apa di atap TKP

Yang menarik perhatian Anjas adalah soal materi pertanyaan tim penyidik Polsek kepada Yosef terkait atap di rumah TKP.

“Yang menarik kok atap TKP diklarifikasi. Apakah ada sesuatu yang tertingal di situ yang diduga sebagai milik pelaku,” ujar Anjas.

“Apakah di atap tersebut ada penemuan kaya sampel bercak darah atau sidik jari atau hal-hal lainnya. Kenapa harus dikonfirmasi kembali,” tanya Anjas.

Atau Anjas menduga di atap ditemukan jejak darah si pelaku yang belum bisa diidentifikasi atau ada sesuatu hal yang tertinggal di atap yang dinilai penting untuk pengungkapan kasus Subang.

“Apakah jangan-jangan di atap misal ada darah, apakah orang tersebut mengalami luka dan ngapain di atap,” paparnya.

Dihubungkan dengan keterangan saksi bahwa sekitar jam 12 malam di tanggal 17 Agustus 2021 sebelum kejadian, saksi melihat ada 5 sosok di halaman TKP Ciseuti.

Dimana seperti diketahui, 2 diantara 5 sosok tersebut adalah kedua korban yakni almarhum Tuti Suhartini dan anaknya, almarhum Amel.

Anjas menganalisa bahwa kalau di atap ditemulan sesuatu hal yang penting adalah bagaimana pelaku bisa berada di atap.

Ada kemungkinan 3 sosok yang bertamu ke rumah TKP sebelum kejadian adalah terkait dengan para pelaku yang berada di atap rumah.

Anjas menduga 3 sosok tamu yakni seorang perempuan dan 2 laki-laki tersebut adalah dalangnya atau bisa sebagai pembantu. Sedangkan orang yang berada di atap adalah eksekutornya.

Kalau memang benar di atas atap tersebut tim penyidik menemukan jejak seperti sidik DNA atau sidik jari, itu milik siapa.

Tentunya untuk membuktikan sampel itu milik siapa harus ada data pembanding. Data pembanding itu bisa diperoleh dengan mengumpulkan sidik jari atau DNA dari para saksi yang telah diperiksa.

Yang jadi pertanyaan adalah jika tim penyidik hingga saat ini sudah memeriksa total 106 saksi, apakah semua saksi sudah diambil sidik jari dan DNA nya untuk pembanding.

Sebab, bisa saja publik pesimis tim penyidik sudah mengambil semua sidik jari dan DNA 106 saksi yang telah diperiksa terkait kasus Subang. Alasannya, untuk memeriksa sidik jari dan DNA dibutuhkan waktu yang tidak sebentar dan dana yang tidak sedikit.

Namun, kita percayakan saja sepenuhnya kepada tim penyidik kasus Subang. Apalagi Kapolda Jabar Irjan Pol Suntana menyatakan bahwa mereka akan segera mengungkap pelaku dan motif dibalik kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut. 

Baca juga: Kasus Subang Terkini, Banyak Saksi yang Ketakutan Akhirnya Buka Suara, Uang Pak Kades Buat Apa?

Sumber: desk.jabar.pikiran-rakyat.com