HETANEWS.com - Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang belum juga terungkap hingga usia kasus sudah memasuki bulan ke-7 sejak kejadian pada tanggal 18 Agustus 2021.

Netizen juga masih terus mempertanyakan perkembangan kasus Subang tersebut melalui kolom komentar di Instagram pribadi pakar forensik Mabes polri dr. Sumy Hastry.

Meski dr.Hastry mengatakan tugasnya belum selesai, namun dilihat secara kasus dimana kasus pembunuh ibu dan anak di Subang belum juga selesai, tentu tugasnya juga belumlah selesai.

Apalagi di tengah perkembangan subjektifitas yang tinggi, data ilmiah akan sangat diandalkan. Sebab, data ilmiah sifatnya tidak terbantahkan.

Akademisi di Thailand, Anjas, melalui kanal YouTube Anjas di Thailand dengan judul “HASIL AUTOPS1 KEDUA SUBANG : MEREKALAH PELAKUNYA !!” yang tayang Rabu 23 Februari 2022, menyoroti pernyataan terbaru dr. Sumy Hatry.

Dalam keterangan kepada sebuah media massa, dr. Sumy Hastry yang memimpin otopsi kedua kepada kedua jasad korban Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, mengatakan bahwa tugasnya sudah selesai.

Namun menurut Anjas, kalau secara lapangan memang tugas dr.Sumy Hastry sudah selesai setelah otopsi kedua selesai yang dilakukan pada 2 Oktober 2021.

Namun, kata Anjas, jika dilihat dari sisi kasus Subang yang belum selesai, maka tentulah tugas dr. Sumy Hastry belumlah selesai.

Keterangannya akan sangat diperlukan pada saat penyusunan berkas sebelum diserahkan ke kejaksaan, dan keterangannya juga akan sangat dibutuhkan pada saat persidangan kasus Subang.

Anjas juga menilai, secara tidak tersirat bisa saja dr. Hastry gemes juga karena kasus Subang hingga saat ini belum juga terungkap. Padahal berbagai upaya telah dilakukan tim penyidik.

Apalagi di tengah subjektifitas yang tinggi, maka data ilmiah, menurut Anjas, adalah data yang sangat diandalkan dan tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa terbantahkan.

Begitupula jika flashback terhadap selain ada hasil dari otopsi kedua yang mengoreksi dan menambahkan hasil otopsi pertama, ada juga hasil olah TKP, seperti ditemukan ada dua jejak kaki yang berbeda, puluhan sampel DNA dan sidik jari di TKP kasus Subang.

Identifikasi sampel ini hanya bisa dilakukan secara ilmiah. Namun, untuk pengungkapan sampel tersebut, tentu tim penyidik butuh data atau sampel pembanding, paling tidak sampel yang diambil dari para saksi kasus Subang.

Masalahnya adalah dari 106 total saksi yang sudah diperiksa tim penyidik kasus Subang, apakah semua saksi sudah diambil sampel DNA dan sidik jarinya, karena untuk pemeriksaan satu sampel saja butuh waktu dan dana yang tidak sedikit.

Baca juga: Kasus Subang Terkini, Pernyataan Kapolda Jabar Diharapkan Bukan Lip Service, Anjas: Ini Pernyataan 'Genuine'

Diserbu netizen

Sementara itu, akun Instagram pribadi dr.Sumy Hastry selalu saja ada netizen yang mempertanyakan soal kelanjutan kasus Subang.

Itu pula yang terjadi saat dia posting di akun Instagram pribadinya @hastry_forensik pada seminggu lalu ketika memposting soal forensic, tidak sedikit netizen yang mempertanyakan kelanjutan kasus Subang.

“Saya suka dr.Hastry, sayapun suka POLRI. Dan saya bakal lebih suka jika kasus Ibu & Anak Subang bulan ini diumumkan dalang, para pelaku, dan para pembantunya. Jutaan orang sudah berdo'a, ayolah Bismilah,” tutur @k1n9d3d.

Ungkapan netizen itu kmudian dibalas dr.Hasty.

“@k1n9d3d dduhh saya juga sll berdoa..tdk pernah lepas,” tuturnya.

“Bu Dokter Kasus Subang kok dingin aja ne sprti peti ES kah...,” tutur @danny_101014.

Kemudian dijawab dr.Hastry:

“@danny_101014 semoga tdk dingin ya,” ujarnya.

Semoga saja dengan kerja keras tim penyidik Polda Jabar yang tidak henti-hentinya, tersangka kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut bisa segera terungkap.

Baca juga: Kasus Subang Terkini, Banyak Saksi yang Ketakutan Akhirnya Buka Suara, Uang Pak Kades Buat Apa?

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com