HETANEWS.com - PDIP masih menjadi partai pilihan mayoritas masyarakat Indonesia dengan elektabilitas 22% di 2022. Namun, Partai Demokrat terpantau menjadi parpol yang memiliki kenaikan elektabilitas signifikan di awal tahun ini.

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas terbaru pada Januari 2022, elektabilitas Demokrat mencapai 10,7%. Padahal pada survei Oktober 2021 lalu, elektabilitas Demokrat hanya 5,4%.

Elektabilitas itu pun menempatkan Demokrat di peringkat ketiga partai politik menyusul PDIP dan Gerindra. Demokrat juga menggeser posisi Golkar yang pada survei Oktober lalu berada di peringkat ketiga.

Jika dibandingkan dengan elektabilitas di Pemilu 2019, peraihan pemilih Demokrat di Januari 2022 juga menunjukkan kenaikan signifikan. Saat itu, elektabilitas Demokrat 7,77%.

Sementara, angka elektabilitas 10,7% yang diraih Demokrat awal tahun ini hampir sama dengan peraihan di Pemilu 2014 yakni 10,19%. Sementara itu, PDIP mengalami kenaikan lebih dari 2,8% jika dibandingkan pada hasil survei Oktober 2021.

Selanjutnya di urutan kedua, Gerindra meraih 13,9%, naik lebih dari 3,9% dibandingkan Oktober lalu. Sementara di peringkat 4 ada Golkar dengan 8,6%, naik tak terlalu signifikan sejak Oktober 2021.

Sementara elektabilitas PKS juga meningkat tipis dari semula 6,7% menjadi 6,8%. Meski tipis, kenaikan elektabilitas itu membuat PKS berada di peringkat kelima dan melanjutkan tren positif PKS sejak awal 2021.

Hasil survei Litbang Kompas pada Januari 2021 menunjukkan elektabilitas PKS masih di angka 3,7%, kemudian meningkat menjadi 5,4% berdasarkan hasil survei April 2021, hingga 6,8% saat ini.

Namun, angka elektabilitas pada survei Januari 2022 masih belum setinggi elektabilitas PKS di Pemilu 2019 yang mencapai 8,21%. Di sisi lain, masih ada 17,6% responden yang mengaku tidak tahu atau merahasiakan parpol pilihannya.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu temui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Dok. PKS

Berikut elektabilitas parpol berdasarkan survei Litbang Kompas pada Januari 2022:

1. PDIP 22,8%

2. Gerindra 13,9%

3. Demokrat 10,7%

4. Golkar 8,6%

5. PKS 6,8%

6. PKB 5,5%

7. NasDem 3,5%

8. PPP 2,8%

9. PAN 2,5%

10. Perindo 2,5%

11. PSI 0,9%

12. Hanura 0,6%

13. PBB 0,6%

14. Garuda 0,4%

15. Lainnya 0,3%

16. Tidak tahu/rahasia 17,6%

Survei Litbang Kompas ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 17-30 Januari 2022. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Menggunakan metode ini tingkat kepercayaan yakni 95%, sementara margin of error penelitian +2,8% dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Sumber: kumparan.com