HETANEWS.com - Kasus pembunuhan Subang masih terus menyimpan misteri, namun demikian sedikit demi sedikit kasus yang menewaskan Tuti dan Amel ini mulai terungkap.

Bahkan Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana pun sudah menyebutkan jika kasus Subang ini sudah ada titik terang. Diharapkan dalam waktu yang tidak lama lagi bisa segera terungkap siapa pelaku pembunuh Tuti dan Amel.

"Direktur Reskrim Polda Jabar sudah melaporkan perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang dan sudah ada titik terangnya," ujar Irjen Pol Suntana seperti dikutip dari Antara pada kegiatan bakti sosial di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jumat 18 Februari 2022.

Salah satu upaya yang dilakukan Polda Jabar untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Subang ini adalah dengan memanggil lebih dari 30 saksi baru untuk dimintai keterangannya oleh tim penyidik.

Mengenai saksi ini, salah seorang dosen dari Thaiand Anjas Asmara menganalisanya melalui kanal Anjas di Thailand dengan judul “SAKS1 NGAKU KENALI PELAKU KASUS SUBANG TAPI TAK DIPERCAYA??” yang tayang pada Senin, 21 Februari 2021.

Dalam tayangan video tersebut, Anjas mengatakan saksi menjadi penting karena saksi termasuk salah satu dari 5 alat bukti.

“Yang unik adalah keterangan Kadiv Humas Polda Jabar terbaru soal saksi yang semula jumlahnya 69 saksi sekarang total sudah lebih dari 100,” ujarnya.

Anjas menduga dari lebih 30 saksi baru yang dipanggil tim penyidik adalah merupakan bagian dari saksi-saksi hasil pengembangan di awal-awal kasus Subang.

Anjas mengatakan, saksi ini dinilai sebenarnya valid karena tidak punya kepentingan dan tidak kenal dekat dengan korban kasus Subang.

Namun kemungkinan karena ada ketakutan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, akhirnya dipendam. Di antara saksi kategori ini, menurut Anjas, adalah penjual nasi goreng yang sempat jadi pembahasan.

Penjual nasi goreng ini terkait dengan foto nasi goreng yang ditunjukkan tim penyidik kepada saksi Yosef. Ketika itu hasil olah TKP, di meja makan terdapat bungkusan nasi goring.

“Menurut aku sih, saksi yang sangat nyata, adalah penjual nasi goreng. Karena kita ketahui, isu ini muncul pada saat tim penyidik mempertunjukan foto kepada Yosep, ada nasi goreng yang terdapat di meja makan di rumah kejadian,” ujar Anjas.

Yang dimaksud Anjas, adalah nasi goreng yang dikemas almunium foil. Penyidik mencari tahu karakteristik cara makan Tuti dan Amel, apakah makan nasi masih dalam bungkusan atau pakai piring, atau bekas tamu yang makan, dsb.

Anjas juga menduga bahwa penjual nasi goreng sempat ketakutan memberikan kesaksian. Namun kini diduga sudah berani memberikan keterangan kepada penyidik.

“Saksi tukang nasi goreng inilah yang diduga awalnya ketakutan karena takut identitas dirinya dan keluarganya diketahui,” tuturnya.

“Tapi sekarang sudah mau memberikan keterangan karena ada jaminan dari tim penyidik bahwa identitas dirinya dan keluaranya akan tetap dijaga kerahasiaanya,” ucap Anjas.

Selain tukang nasi goreng, menurut Anjas, yang kemungkinan besar ada saksi lain yang tak mau memberikan keterangan karena merasa ketakutan identitasnya terbuka yang justru dikhawatirkan jadi boomerang bagi dia dan keluarganya.

Saksi yang dimaksud, di antaranya ada sejumlah saksi yang mengirim beberapa informasi kepada Anjas melalui Instagram. Saksi tersebut, di antaranya adalah warga yang memberitahu Anjas di awal kasus soal titik koordinat terakhir HP Samsung Amel yang hilang.

Saat itu, komunikasi terakhir di HP tersebut ada sekitar pukul 7.15 WIB pada tanggal 18 Agustus 2021, setelah kejadian pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Orang tersebut memiliki kemampuan melacak BTS HP seseorang, dan setelah melakukan pengecekan ke lapangan, warga tersebut menyatakan bahwa pada jam itu titik koordinat HP Samsung milik almarhum Amel, berada di antara pertigaan Jalancagak dengan kantor Polsek Jalancagak.

“Ada seseorang yang berikan titik koordinat saat pagi hari di tanggal 18 Agustus 2021. Kenapa orang tersebut tidak mau berikan keterangan ke tim penyidik. Apakah karena ketakutan atau ada faktor-faktor lainnya,” ujar Anjas.

Untuk itu, Anjas meminta kepada warga sekitar TKP yang memiliki info penting terkait kasus Subang, untuk segera melaporkannya ke tim penyidik di Polda Jabar dan jangan ada kekhawatiran data-data saksi akan dibeberkan tim penyidik.

Baca juga: Kasus Subang Terkini, Banyak Saksi yang Ketakutan Akhirnya Buka Suara, Uang Pak Kades Buat Apa?

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com