Siantar, Hetanews.com - Tommy Saputra (27) warga Desa Naga Kesiangan Tebing Tinggi Serdang Bedagai terbukti menjadi perantara dalam jual beli narkotika. Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Jaksa Ester Lauren Harianja SH menuntut Tommy selama 8 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Tuntutan tersebut dibacakan dalam ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri Pematangsiantar,Selasa (22/2/2022).

Atas tuntutan jaksa itu, terdakwa didampingi pengacara Tommy Saragih SH dari Posbakum PN Siantar memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Menurut jaksa, terdakwa ditangkap Personil Polres Siantar From Siahaan dan David Natanael pada Sabtu, 30 Oktober 2021 sekira pukul 17.00 wib sedang berjalan kaki di jalan H Ulakma Sinaga Siantar Timur. Dari terdakwa disita gulungan tissu berisi 5 paket sabu seberat 5,93 gram (bruto).

Sabu tersebut diakui terdakwa dibawa Dati Tebing Tinggi dan akan diserahkan kepada Rici (DPO). Tommy sudah 4 kali menyerahkan sabu kepada Rici atas perintah Aci (DPO). Dengan mendapat upah Rp 50 ribu setiap kali usai mengantarkan sabu.

Penangkapan terdakwa menurut Personil Polres Siantar adalah berdasarkan informasi yang diterima. Jika terdakwa sering melakukan transaksi narkotika.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa, karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan.

Persidangan dipimpin hakim Irwansyah P Sitorus, Rahmat Hasibuan dan Renni P Ambarita dinyatakan ditunda hingga Selasa (1/3/202.