Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan beberapa persoalan infrastruktur kepada Komisi V DPR RI. Termasuk persoalan infrastruktur jalan provinsi dan kurangnya bendungan di Sumut. 

Edy Rahmayadi mengaku pihaknya sangat kesulitan melakuan perbaikan ruas jalan di Sumut apalagi Sumut memiliki panjang jalan kurang lebih 3.000 km.

"Jalan provinsi di Sumut merupakan yang terpanjang di Indonesia,” kata Edy, Senin (21/2/2022).

Sementara anggaran perbaikan atau pembangunan jalan di Sumut setahun hanya Rp300 miliar hingga Rp400 miliar. Dengan anggaran tersebut, jalan yang bisa diperbaiki hanya sekitar 60-80 km setahun. 

"Sangat sulit untuk kita mencapai jalan yang layak di Sumut ini,” ujar Edy. 

Edy meminta bantuan Komisi VIII DPR RI untuk Dana Bagi Hasil (DBH) yang adil. Dengan DBH tersebut, diharapkan, infrastruktur dapat diperbaiki atau dibangun di Sumut.

Selain itu, Edy juga meminta perhatian mengenai bendungan yang ada di Sumut. Dikatakannya, Sumut tidak banyak memiliki bendungan.

Padahal bendungan memiliki manfaat yang besar. Mulai dari pengairan untuk pertanian, penyediaan air bersih, pembangkit listrik, pengendali banjir, hingga tempat wisata.  Edy juga membandingkan jumlah bendungan yang lebih banyak di daerah lain ketimbang di Sumut. 

“Kalau kami bandingkan, Jatim, saat ini dia punya 10 bendungan, Jawa Barat sudah 11 bendungan, Jawa Tengah itu 14 bendungan, Sumut ada satu bendungan, Lau Simeme, sampai sekarang belum jadi,” kata Edy.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan mengatakan tujuan kunjungan kerja reses adalah untuk menampung permasalahan yang terjadi di Sumut. 

“Kunker ini dalam rangka salah satunya mendengarkan permasalahan yang dihadapi oleh Provinsi Sumut, terkait menyangkut dengan pembangunan infrasrtuktur dan transportasi di Sumut,” kata Iwan. 

sumber: inews.id