Medan, hetanews.com - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Sumatera Utara (Sumut), HMA Effendi Pohan, divonis bebas dalam perkara korupsi pemeliharaan jalan. Putusan kepada Effendi diwarnai perbedaan pendapat (dissenting opinion) oleh salah satu hakim.

"Menyatakan bahwa terdakwa Muhammad Effendy Pohan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Dakwaan Primair dan dakwaan Subsider Penuntut Umum," kata Hakim Ketua Jarihat Simarmata dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (21/2/2022).

Putusan ini didukung salah satu hakim anggota Syafril Batubara. Sementara, perbedaan pendapat disampaikan hakim anggota lainnya, Ibnu Kholik.

Hakim Ibnu Kholik berkeyakinan bahwa terdakwa Effendy Pohan terbukti menerima aliran dana sebesar Rp 1.070.000.000. Ibnu juga berkeyakinan Effendy bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

JPU Ajukan Kasasi
Kejaksaan menilai janggal dengan putusan yang dikeluarkan hakim tersebut. Untuk itu jaksa akan melakukan kasasi.

"Bahwa kami menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, meskipun banyak fakta persidangan yang tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. Bahwa terdakwa selaku pengguna anggaran tentunya memiliki tanggung jawab penuh dalam pengelolaan anggaran yang dipimpinnya. Di samping itu, kewajiban dan pengawasan serta pengendalian selaku pengguna anggaran melekat penuh kepada terdakwa, juga fakta persidangan yang membuktikan bahwa terdakwa juga ada menerima uang dari kegiatan pemeliharaan tersebut, namun terkesan di abaikan oleh majelis hakim," kata Kajari Langkat Muttaqin Harahap.

"Oleh karena itu kami akan mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung terkait putusan tersebut," tambahnya.

Sebelumnya Effendi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pemeliharaan jalan. Dia diduga menyelewengkan dana pemelihara jalan sebesar Rp 1,9 miliar.

Effendi diduga menyelewengkan dana pemeliharaan jalan provinsi di Kabupaten Langkat pada 2020. Saat itu dia masih menjabat Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut.

sumber: detik.com