Siantar, Hetanews.com - Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi di bulan Januari tahun 2022,Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar telah melaksanakan beberapa program kerja.

Antara lain,Monitoring dan Pemantauan ketersedian bahan Pokok di Distributor dan Gudang Bulog. Melakukan rapat koordinasi percepatan penyaluran minyak goreng. Penerbitan surat himbauan Dirut PD Pasar Horas Jaya kepada seluruh pedagang di pasar horas (pasar tradisional terbesar di Siantar), agar menjual minyak goreng dgn HET Rp.14.000.

Apabila ada penjual yg menjual diatas HET, akan dihentikan kegiatan usahanya atau dicabut izin usahanya. Juga Pelaksanaan monitoring harga harian melalui PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis maupun Harga Diskoperindag.Menyusun peta jalan pengendalian inflasi tahun 2022-2024 di Kota Pematangsiantar.

Hal itu disampaikan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah SE MM dalam rapat koordinasi TPID di lantai IV Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, jalan H Adam Malik, Senin (21/2/2022).

Naiknya Harga Ayam Ras dan Minyak Goreng

Perkembangan Indek Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar pada periode Januari 2022 mengalami inflasi sebesar 0,96% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 1,95% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode Desember 2021 sebesar 0,85% (mtm).

Demikian disampaikan Abdul Haris, Deputi Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar. Realisasi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi selama 3 tahun terakhir pada periode yang sama yakni 0,90%.

Hal ini tdk terlepas dari efek perayaan Nataru yg menjadi budaya masyarakat setempat, dimana banyak para perantau yang pulang kampung ke Pematangsiantar dan daerah sekitarnya (terindikasi dari kepadatan kendaraan dari akhir Desember s.d. awal Januari).

Dikatakannya, tekanan inflasi pada periode Januari 2022 disebabkan oleh peningkatan daging ayam ras, minyak goreng, ikan lele, rokok kretek filter, dan bawang merah. Harga komoditas daging ayam ras naik sebesar 18,33% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,19%, disusul naiknya harga minyak goreng sebesar 5,77% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,12%.

Harga daging ayam ras naik karena kurangnya pasokan daging ayam dalam memenuhi permintaan masyarakat. Harga ayam di Januari 2022 berkisar Rp35.000-Rp38.000 per kg dari harga sebelumnya Rp30.000 - Rp35.000 per kg.

Tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh turunnya harga komoditas cabai merah, bayam, sawi hijau, beras, dan jeruk.