HETANEWS.com - Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana menyampaikan perkembangan terbaru kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang atau dikenal dengan kasus Subang.

Hingga saat ini, terhitung sudah lebih dari enam bulan bergulir, polisi masih kesulitan mengejar pelaku pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Jenazah ibu dan anak itu ditemukan di dalam bagasi mobil mewah di rumahnya di Jalan Jagak, Kabupaten Subang, 18 Agustus 2021 silam.

Lantas, bagaimana pekembangan terkini kasus Subang yang menjadi sorotan publik itu?

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengatakan, Direktur Reserse sudah memberikan laporan perkembangan ke arah yang positif.

Menurutnya, dari laporan perkembangan itu diharapkan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu bisa terungkap dalam waktu dekat.

"Kasus Subang insya Allah Direktur Reserse sudah melaporkan perkembangannya ke arah positif, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terselesaikan," kata Suntana saat kunjungan di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jumat (18/2/2022) seperti dilansir TribunJabar.id di artikel berjudul UPDATE Kasus Subang, Dua Kakak Tuti Suhartini Diberitahu Siapa Dalangnya, Yakin Sosok Ini

Jumlah saksi membengkak

Jumlah saksi yang diperiksa Polda Jabar membengkak. Bila di awal kasus Subang jumlah saksi yang diperiksa 25 orang, kemudian menjadi 69 orang, maka kabar terbaru jumlah saksi sudah mencapai lebih seratus orang.

Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo. Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebut penyidik sudah memeriksa seratus lebih saksi dalam perkara kasus Subang tersebut.

"Saya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik, memang kami belum publikasi lebih banyak, tetapi jumlah yang diperiksa itu seratusan lebih orang yang kami periksa," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat ditemui di Jalan Mekarwangi, Kota Bandung, Rabu 9 Februari 2022.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan pihaknya sementara ini belum bisa banyak mempublikasikannya.

Penyidik akan terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti lainnya untuk mengungkap pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang. Bahkan pihaknya mengaku pemeriksaan pun dilakukan secara maraton.

"Jadi, kami memang tetap secara maraton melakukan pemeriksaan, terkait alat bukti dan kesaksian,” katanya.

Lebih lanjut pihaknya berharap dari pemeriksaan yang matang itu nantinya bisa memberikan petunjuk kepada penyidik.

Pelaku Diduga Masih di Sekitar TKP

Kondisi rumah tempat ditemukan mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang (Tribun Jabar)

Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, tempat kasus Subang terjadi, banyak yang masih khawatir karena pelaku masih bebas berkeliaran.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Jalancagak, Indra Zaenal. Indra mensinyalir pelaku tidak jauh berada di sekitar TKP.

"Terakhir itu ada warga yang melaporkan ke Kantor Desa mereka (warga Ciseuti) masih merasakan waswas karena dari informasi melalui konten Youtube yang disinyalir pelaku itu tidak jauh berada di lingkungan situ," ucap Indra saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (11/2/2022), seperti dilansir dari Tribun Jabar dalam artikel 'KASUS SUBANG Hari Ke-178: Pelaku Masih Gentayangan, Warga Khawatir, Lakukan Ini di Sekitar TKP'.

Menurut Indra, dengan adanya hal tersebut kegiatan siskamling warga Kampung Ciseuti lebih diperketat terutama di sekitaran TKP Tuti dan Amalia ditemukan meninggal secara mengenaskan itu.

"Pihak pemerintahan Desa hanya mengeluarkan kebijakan untuk lebih waspada aja siskamling jangan sampai kendur, kita hanya bisa mengupayakan itu," katanya.

Kalung Amalia Menguak Tabir Kejinya Pembunuhan Subang

Setelah sebulan lebih kasus ini bergulir, polisi akhirnya melakukan autopsi kedua yang diatensi langsung Mabes Polri.

Dari autopsi itu terungkap, mayat Amalia diseret dari dalam rumah kemudian ditumpuk di bagasi mobil bersama ibunya. Temuan itu berkesesuaian dengan temuan kalung milik Amalia Mustika Ratu yang terputus di dekat belakang garasi.

Sebelumnya, jasad Tuti dan Amalia ini sempat diautopsi pada 18 Agustus 2021 di RS Sartika Asih Bandung, tak lama setelah kedua korban ditemukan terbunuh.

Tim Polres Subang, Polda Jawa Barat beserta ahli forensik dari Mabes Polri memutuskan untuk membongkar kembali makan Tuti dan Amalia. Setelah itu, autopsi yang kedua kali pun dilakukan pada jasad Tuti dan Amalia pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Ketika kematian Tuti dan Amel (Amalia Mustika Ratu ) belum juga terungkap hingga hari ke-48, kini terkuak adanya bukti baru. Salah satu bukti tersebut adalah soal kalung milik Amel yang ditemukan di TKP.

Ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) diketahui ditemukan tidak bernyawa bertumpuk dalam mobil Alphard yang terparkir di halaman rumah pada 18 Agustus 2021.

Kepala Desa Jalancagak sekaligus sepupu Tuti, Indra Zaenal Alim mengatakan kalung milik Amalia ditemukan di bagian luar rumah.

Menurutnya, jasad korban diduga diseret dari pintu belakang rumah menuju arah garasi mobil tempat ditemukannya jasa Tuti dan Amel. Indra Zaenal mengatakan di sepanjang jalan dari pintu belakang menuju garasi banyak ceceran darah.

"Lewat pintu belakang. Dari sana diperkirakan diseret ke garasi. Di sini masih penuh darah waktu itu, penuh darah seretan. Kemudian ditemukan kalung almarhumah Amel (Amalia), tepat sebelah sini," katanya, dikutip dari program acara AIMAN yang diunggah di Kompas TV.

Berdasarkan penuturan Indra, tidak ada saksi yang melihat kejadian perampasan nyawa di Subang itu. Namun, ada saksi yang melihat mobil Alphard yang keluar dari rumah Tuti dan Amalia.

Mobil sempat keluar rumah namun kembali dan terparkir di halaman. Saksi mata itu tidak melihat siapa yang mengemudikan mobil Alphard tersebut.

"Pada waktu itu ada saksi mata yang melihat mobil Alphard di pinggir jalan situ (menunjuk jalan di sebelah kanan dari TKP)," ujar Indra, seperti dilansir Tribunnews Bogor di artikel berjudul Kalung Jadi Bukti Amalia Diseret Pelaku Pasca Dibunuh, Luka di Tubuh Korban Terungkap Lewat Autopsi.

"Keluar dari sini (rumah), sekitar jam 6 cuma agak tertutup kacanya. Dan akhirnya mobil tersebut kembali lagi," lanjutnya.

Kejadian perampasan nyawa ini membuat warga sekitar kaget sebab tidak ada ancaman dan perampokan yang pernah terjadi di lingkungan itu. Tetangga pun tidak mendengar teriakan atau hal mencurigakan karena jarak antar rumah cukup jauh.

Sumber: tribunnews.com