MEDAN, HETANEWS.com - Sebagai langkah untuk memperkecil paparan klaster keluarga, Satgas Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) akan fokus pada penanganan secara isolasi terpusat (isoter).

"Itulah yang kami lakukan untuk memperkecil klaster keluarga di Sumut," kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat mengikuti rapat evaluasi PPKM luar Jawa-Bali secara virtual di kediamannya, Jalan Pantai Bunga, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (20/2/2022).

Diterangkannya, Satgas Covid-19 Sumut akan mengaktifkan isoter di Asrama Haji Medan yang memiliki kapasitas 486 tempat tidur. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur di Sumut mencapai 30,59 persen.

"Angka tersebut menunjukan peningkatan dalam seminggu terakhir," terang Edy, melaporkan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memimpin rapat secara virtual.

Selain itu, untuk institusi pendidikan, sebanyak 345 sekolah telah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh. Satgas Covid-19 Sumut juga mengimbau perguruan tinggi untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen.

"Terus dilakukan monitoring dan evaluasi PTM terbatas di sekolah SD, PAUD, SMP. Ini akan kami ikuti terus perkembangannya," sebut Edy Rahmayadi.

Penambahan Kasus

Orang nomor satu di Sumut itu juga memaparkan penambahan kasus harian per 20 Februari sebanyak 1.934. Sementara pasien sembuh sebanyak 661. Capaian vaksinasi dosis pertama 90,61 persen, dan dosis kedua 64,97 persen. Sedangkan dosis ketiga sebanyak 4,03 persen.

"Saat ini baru 14 kabupaten kota yang dosis keduanya sudah di atas 70 persen," ungkap Edy.

Gubernur Edy juga melaporkan, saat ini layanan telemedisin telah memberi pelayanan kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Telemedisin yang bekerja sama USU sudah berjalan, pasien isoman terkontrol, terkendali. Semua kami lakukan secara ketat," ucapnya.

Beri Apresiasi

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi langkah yang diambil Satgas Covid-19 Sumut.

"Terima kasih atas kesiapan Pemerintah Sumut untuk menghadapi Covid-19 varian Omicron," kata Menko.

Sumber: liputan6.com