SIANTAR,Hetanews com - Dituntut pengedar, Sugiarti als Bu Sugi (43) malah divonis sebagai pengguna di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Kamis (17/2/2022). Terdakwa bersama sama dengan Sunandar masing masing divonis 2,6 tahun. 

Keduanya dinyatakan bersalah melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Demikian dikatakan ketua majelis hakim Afrizal Hady SH MH dalam sidang siang itu.

Sebelumnya, Sugiarti bertempat tinggal di Perumahan Nirwana jalan Viyata Yuda Kelurahan Setia Negara Kecamatan Sitalasari, dituntut jaksa selama 5 tahun denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara. Melanggar pasal 114 (1) UU narkotika. Sedangkan Sunandar dituntut 3 tahun.

Hakim tidak sependapat dengan Jaksa Robert O Damanik yang menyebutkan Sugiarti menjual sabu kepada Rifqi Pranata Putra (24) seharga Rp.200 ribu. Rifqi warga jalan Rondahaim sebagai pembeli dituntut 5,6 tahun divonis 4 tahun denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara. 

Sabu yang diserahkan Bu Sugi kepada Rifqi diperoleh dari terdakwa Andy Handoko als Pak Ega (48). Pak Ega pun dituntut lebih berat sebagai kurir yakni 5,6 tahun denda Rp.1 milyar subsider 6 bulan penjara. Divonis 5 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 3 bulan penjara.

Pak Ega warga jalan Singosari mengakui membeli sabu dari Bang Uden (DPO) di Skip Kelurahan Bantan seharga Rp.150 ribu atas permintaan Sugi. Lalu sabu dibagi menjadi 3 paket dan diserahkan kepada Bu Sugi.

Kemudian Bu Sugi menyerahkan uang 200 ribu kepada Pak Ega hasil penjualan sabu dari Rifqi. Sedangkan sepaket sabu lagi digunakan Bu Sugi bersama terdakwa Sunandar.

Ke-4 terdakwa berhasil diamankan Personil Polres Siantar yang telah mendapatkan informasi. Jika di perumahan Nirwana yang dihuni terdakwa Sugiarti sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika.

Terdakwa Rifqi Pranata dan Pak Ega dalam persidangan didampingi pengacara Erwin Purba dari Posbakum PN Siantar. Sedangkan terdakwa Sugiarti didampingi pengacara berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK).

Atas putusan tersebut, para terdakwa menyatakan menerima sedangkan jaksa mengatakan akan mempertimbangkan untuk melakukan banding.