Oleh Hinca IP Pandjaitan XIII | Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat

LOMPATAN anggarannya sangat jauh sekali, lebih dari 3 kali lipat. Saya tentunya meminta agar biaya yang digunakan untuk perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut dapat dirasionalisasi dan dilakukan efisiensi pada beberapa sektor.

Kita sepakat bahwa demokrasi memang membutuhkan cost, tapi tidak mesti harus high cost. Pada sebuah pentas pemilu, tujuan utamanya ialah bagaimana negara ini mendapatkan pemimpin dan wakil rakyat yang berdayaguna untuk mengurus Indonesia yang sangat besar ini, apakah mencari orang-orang seperti itu harus menguras kas negara begitu dalam? Tentu tidak.

Pemilu 2019 memang menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi Pemerintah dan tentunya KPU. Soal fundamental saja kita masih banyak berdebat, apalagi persoalan teknis.

Hal terpenting yang harus saya tekankan disini ialah terjaminnya integritas penyelenggara Pemilu. Tragedi Harun Masiku masih membekas, betapa banyak uang negara kita gunakan untuk Pemilu namun terdapat skandal-skandal yang mengangkangi demokrasi itu sendiri.

Apakah penambahan anggaran ini dapat menjamin ke arah sana?

Selain itu, pada 2019 kita juga melihat sebuah tragedi kemanusiaan. Saat semua berpesta, ternyata ada banyak nyawa yang gugur. 894 petugas meninggal dunia dan 5ribu-an petugas jatuh sakit akibat penyelenggaraan pemilu serentak yang untuk kali pertama kita lakukan itu.

Saya meminta kepada KPU agar penambahan anggaran ini diperuntukkan pada penambahan sumber daya petugas untuk meminimalisir kelelahan, belum lagi kita masih menghadapi Virus Covid-19 yang belum berhenti penyebarannya.

Jangan sampai ada banyak anak bangsa yang harus meregang nyawa, padahal katanya kita sedang berpesta. Ingatlah, bahwa demokrasi tidak sekejam itu dan demokrasi tidak semahal itu. Berpestalah secukupnya untuk kemudian kita dapat membangun bangsa ini sebaik-baiknya.