HETANEWS.com - Kasus penyebaran covid 19 di Kota Siantar pada Februari 2022 menunjukkan angka peningkatan.

Disaat bersamaan Kota Siantar masuk dalam PPKM Level 3 mulai 15-28 Februari 2022 mendatang.

Adapun kondisi demikian menimbulkan pertanyaan apa penyebab merebaknya virus tersebut. Padahal diketahui anggaran penanggulangannya cukup besar.

Pada tahun 2021 Pemko Siantar menganggarkan Rp 53 Miliar untuk penanggulangan covid 19 melalui refocusing anggaran.

Tahun ini dianggarkan Rp 20 Miliar bersumber dari dana APBD Tahun 2022 dan Rp 60 miliar untuk biaya tidak terduga.
Dijelaskan penggunaan anggaran disesuaikan dengan kebutuhan penanganan Covid-19.

Diluar itu ada pos anggaran untuk Dinas Kesehatan.

Tentunya selain Satgas covid 19, organisasi perangkat daerah (OPD) dan institusi lain yang membutuhkan anggaran tentu akan dikucurkan, melihat kebutuhan yang ada.

Hal itu terungkap saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 Kota Siantar pada Senin 8 Februari 2022.

Upaya pemerintah dalam menanggulangi kasus covid 19 didukung dengan anggaran yang ada itu menimbulkan pertanyaan publik.

“Ada anggaran namun kinerja dalam penanggulangannya tak beres. Justru kasus covid 19 malah melonjak. Lantas apa yang dikerjakan selama ini?” ujar Hans seorang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Siantar.

Saat dihubungi, Kepala Dinas Kota Siantar, dr Ronald Saragih mengatakan PPKM Level 3 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No 11 Tahun 2022.

Disinggung penyebab melonjaknya kasus Covid 19 hingga PPKM Level 3, dr Ronald Saragih enggan berkomentar. Ia menegaskan itu kewenangan pemerintah atasan.

"Saya hanya meneruskan yang ada mengenai Inmendagri dan Instruksi Gubernur itu. Kalau instruksi Wali kota belum saya lihat yang baru,” ungkapnya.

Baca juga: Siantar Masuk PPKM Level 3, Lonjakan Kasus Bertambah