HETANEWS.com - Empat hari lagi kasus pembunuh ibu dan anak di Subang akan tepat berusia 6 bulan sejak peristiwa terjadi pada 18 Agustus 2021.

Banyak netizen yang masih bertanya, termasuk kepada pakar forensik Mabes Polri, dr. Sumy Hastry tentang kelanjutan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut.

Dr. Sumy Hastry pun mengajak kepada para netizen melalui akun Instagram pribadinya untuk melakukan ini, agar kasus Subang ini segera terungkap.

Akibat kasus Subang yang belum juga terungkap, membuat banyak persepsi dan analisa, termasuk analisa dari akademisi di Thailand, Anjas yang kali ini menyoroti dugaan adanya transaksi mencurigakan terkait Yayasan Bina Prestasi Nasional.

Seperti diketahui, sejak Polda Jabar merilis sketsa terduga pelaku kasus pembunuh ibu dan anak di Subang pada 29 Desember 2021, publik mendapatkan secercah harapan kasus akan segera terungkap.

Apalagi, saat itu Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana berharap kasus Subang akan diumumkan di awal tahun 2022. Namun, hingga Februari 2022, pengumuman tersangka kasus Subang belum juga terwujud.

Demikian pula soal hasil penyebaran foto sketsa yang telah disembark ke berbagai pelosok melalui Polsek di Indonesia. Kabar terbaru dari Polda Jabar keluar dari Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo pada 9 Februari 2022.

Ternyata tanpa diketahui oleh media massa, tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan marathon kepada sekitar lebih dari 30 saksi baru untuk mengungkap kasus Subang tersebut.

Dari operasi senyap yang telah dilakukan tim penyidik dalam pengungkapan kasus Subang tersebut, total jumlah saksi melonjak hampir 2 kali lipat dari jumlah saksi sebelumnya. Saat merilis sketsa Polda Jabar menyebutkan, jumlah saksi saat itu yang telah diperiksa sebanyak 69 orang.

"Jadi, kita memang tetap secara maraton melakukan pemeriksaan, terkait alat bukti dan kesaksian. Kita berharap nanti ini bisa memberikan petunjuk kepada penyidik nantinya," katanya.

Meski tidak memberi angka pasti namun angka itu cukup mengejutkan karena sebelumnya hanya 69 orang saja yang jadi saksi.

Dari pemeriksaan 69 saksi tersebut pada akhir tahun lalu, muncullah sketsa wajah yang diduga pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut. Namun sejak itu tidak ada kabar lagi kelanjutan dari kasus pembunuhan Subang tersebut.

"Saya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik, memang kita belum publikasi lebih banyak, tetapi jumlah yang diperiksa itu seratusan lebih orang yang kami periksa," ujar Ibrahim Tompo, saat ditemui di Jalan Mekarwangi, Kota Bandung, Rabu 9 Februari 2022.

Baca juga: Update Kasus Subang, Anjas: Inilah Benda untuk Menghabisi Korban, Pembunuhan Jalancagak

Ajakan dr. Sumy Hastry

Menghadapi ketidakpastian kapan kasus Subang diumumkan, banyak publik yang terus mencecar pertanyaan ini kepada dr. Sumy Hastry.

Hampir setiap postingan yang dilakukan dr. Sumy Hastry di akun Instagram @hastry_forensik, selalu saja di kolom komentar ada netizen yang mempertanyakan kelanjutan kasus Subang.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa yang selalu muncul, dr. Sumy Hastry pun mengajak netizen untuk berdoa agar kasus pembunuh ibu dan anak di Subang segera terungkap.

“Bu kasus Subang bagaimana,” Tanya netizen dengan akun @ovickdz30, di kolom akun Instagram @hastry_forensik, yang diunggah pada Minggu 13 Februari 2022.

“@ovickdz30 yukk sll berdoa agar terungkap,” ujar dr. Hastry.

Baca juga: Kasus Subang Terungkap, Begini Kronologis Menurut Saksi Ketika Ditemukannya Jenazah Tuti dan Amel

Transaksi mencurigakan

Sementara itu dalam analisa terbarunya melalui kanal YouTube Anjas di Thailand dengan judul “TRANSAKSI MENCUR1GAKAN, REKENING KORAN AMEL !!, yang tayang pada Minggu, 13 Februari 2022, Anjas soroti soal rekening Koran Amel.

Menurut Anjas, rekening koran milik Amel adalah hal yang sedang diteliti tim Polda Jabar, soanya ada kemungkinan kasus ini juga berkaitan dengan Yayasan Bina Prestasi Nasional.

“Jejak digital, 14 Oktober 2021 penyidik Polres Subang sudah terima rekening koran Amel,” tutur Anjas.

Anjas mengatakan, sudah lebih dari 3 bulan sejak kasus Subang diambilalih Polda jabar pada 15 November 2021.

Tapi hal yang berkembang di masyarakat kalau saat itu Polres Subang sudah terima prin-out rekening koran milik almarhum Amel dari tahun 2019 hngga 2021, namun publik belum dapat keterangan perkembangannya.

“Apakah transkasi uang di yayasan itu ada transaksi mencurigakan?,” ujar Anjas.

Menurutnya, sebagian netizwen menilai rekening ini bisa merujuk ke siapa tersangka dalan kasus Subang ini.

Anjas menambahkan, bisa saja ada dugaan di netizen bahwa jangan-jangan tim penyidik di Jawa Barat mungkin saja tidak selidiki dengan serius, mungkin saja ada tranksasai mencurigakan yang melibatkan di Polsek, Polres, atau bahkan di Polda.

Namun, Anjas menegaskan bahwa itu hanya sebatas dugaan dan jika semakin lama kasus Subang ini belum juga selesai dikhawatirkan akan mengikis kepercayaan publik kepada intitusi polisi.

Anjas kembali mengingatkan bahwa publik harus tetap mempercayakan sepenuhnya penangana kasus Subang ini kepada tim penyidik.

Karena buktinya, mereka tanpa sepengetahuan media, masih terus melakukan pemeriksaan dengan menghasilkan sekitar 30 tambahan saksi baru.

Baca juga: Kasus Subang Masih Misteri, Inilah Para Saksi yang Tidak Diragukan, Lalu Yosef, Yoris, dan Danu?

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com