HETANEWS.com - Hingga memasuki bulan ke-6, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang masih jadi misteri siapa pelaku yang telah merengut nyawa Tuti Suhartini dan Amel di tanggal 18 Agustus 2021.

Lamanya pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang itu, publik menilai karena ada saksi-saksi yang diragukan, termasuk pula hal-hal yang terkait dengan saksi utama Yosef, Yoris, dan Danu.

Namun, dari 69 saksi yang telah diperiksa tim penyidik kasus Subang tersebut, memang masih ada saksi-saksi yang dianggap asli dan relevan dan tidak diragukan keterangannya.

Ada keterangan yang mengejutkan dalam pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, ketika Polda Jabar merilis sketsa terduga pada 29 Desember 2021, yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Saat merilis sketsa wajah terduga pelaku kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Yani Sudarto, mengatakan, tim penyidik belum menemukan 2 alat bukti yang bisa mengarahkan kepada tersangkanya.

Pengakuan Polda Jabar ini cukup mengejutkan publik, mengingat dalam pengungkapan kasus Subang ini sebanyak 69 saksi sudah diperiksa, 5 kali olah TKP, 2 kali otopsi, serta melibatkan 7 saksi ahli.

Apalagi sebelumnya pakar forensik dari Mabes Polri, dr. Sumy Hastry, menyatakan polisi sudah mengantongi bukti.

Bahkan, Kabid Humas Polda Jabar sebelumnya yaini Kombes Pol Erdhi Chaniago menyatakan bahwa target pengungkapan kasus Subang sampai Januari 2022.

Namun hingga bulan Februari, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini masih juga misteri. Publik masih gelap siapa tersangkanya.

Inilah saksi yang tidak diragukan

Sebelumnya banyak netizen yang mempunyai persepsi dalam pengungkapan kasus Subang ini ada saksi-saksi yang diragukan, ada saksi yang dibayar, yang membuat pengungkapan kasus menjadi lama.

Harapan publik kepada keterangan saksi utama seperti Yosef, Yoris, dan Danu juga jadi pupus karena banyak keterangan mereka yang diragukan.

Salah satu keterangan tentang Yosef adalah salah satunya ketika kuasa hukum Yosef Rohman Hidayat menekan Danu karena sehari setelah kejadian kasus Subang atau pada tanggal 19 Agustus 2021, dia bersama banpol masuk TKP yang dijaga garis polisi dan menguras bak mandi di TKP.

Namun ternyata keterangan dari kuasa hukum Danu Achmad Taufan, Yosef dan adiknya Mulyana juga masuk ke TKP pada hari yang sama dengan Danu pada sore ahari. Bahkan, saat itu Achmad Taufan menyatakan Yosef mengambil sesuatu dari dalam TKP yaknu full golf.

Sedangkan terkait Yoris adalah dalam video yang pernah ditayangkan Heri Susanto adalah dialognya dengan warga saat berada di TKP, soal konci otomatis mobil Alphard yang ada di tangannya.

Namun kemudian, Yoris meralat bahwa mobil type Alphard milik almarhum ibunya itu adalah model lama yang tidak ada kunci otomatisnya.

Demikian juga soal Danu, dia paling banyak disorot karena banyak keterangan yang berubah-rubah, mulai dari keterangan dia keluar jam 3 dinihari untuk membeli nasi goring, serta pengakuan Yoris soal Danu yang sering memberikan keterangan berubah-ubah.

Dalam analisa terbarunya di kanal YouTube anjas di Thailand dengan Judul “INILAH AKTOR INTELEKTUAL DARI DRAMA KASUS SUBANG ??, yang tayang pada Minggu 6 Februari 2022, Anjas menilai ada sekitar 7 sampai 8 saksi saja yang dinilai tidak diragukan.

“Dari 69 saksi ada beberapa nama saksi yang akan dibahas. Saksi - saksi di kasus Subang dikategorikan saksi asli dan relevan, saksi asli tapi tidak relevan, dan saksi diragukan,” tutur Anjas.

“Ada bebrapa saksi yang cukup menyita masyarakat, namun yang dari keluarga inti tidak dibahas, karena tidak menutup kemungkinan sudah memunculkan pro dan kontra di masyarakat,” paparnya.

Adapun para saksi yang dinilainya tidak diragykan adalah : Saksi Mang Ajat, yang dalam keterangannya sekita jam 6 pagi tanggal 18 Agustus 2021, lewat TKP dan mau beli bubur. Dia melihat di TKP ada gerakan mobil Alphard yang coba parkir.

“Ini saksi asli dan relevan, artinya tiadk diragukan, karena tidak ada hubungan dekat dengan korban,” papar Anjas.

“Keteranga mang Ajat melihat Alphard yang sedang parkir, itu saksi valid,’ tambahnya.

Saksi selanjutnya adalah Dede Sopyan, pemilik tempat cucian mobil yang tidak jauh dari TKP. Dalam keterangan ke media, dia mengklaim bahwa dia telah diperlihatkan tayangan di CCTV oleh pihak kepolisian dan dia melihat ada sesosok wanita yang turun dari mobil warna silver sekitar jam 7 tanggal 18 Agustus 2021, dan kemudian membuat sesuatu di tong tempat sampah.

Itu terjadi sekitar jam 7 pagi, saat tempat pencucian mobil belum buka. Apalagi kemudian menurut Anjas, saat anjing pelacak diturunkan, anjing tersebut sempat mengedus dan mencurigai tong tempat sampah tersebut.

“Saksi ini katagori agak kecil kemungkinan kesaksianya diragukan kaerna dia tidak ada kepentingan dengan kasus Subang tersebut,” papar Anjas.

Di awal kasus keberadaan mobil Avanza putih dan sepeda motor Nmax biru dicurigai, tapi ternyata tidak ada kelanjutannya, berarti kemungkinan mereka tidak terlibat.

“Sosok wanita yang turun dari mobil, sepertinya apakah itu relevan atau tidak, taip setelah 6 bulan ini kalau dihubungkan denag Avanza ini tiadk relevan. Tapi uniknya kenapa anjing pelacak curigai tong sampah tersebut,” ujarnya.

“Ini tetap harus diperhitungkan. Apakah di sini bentuk framing pelaku dan dlaangnya mungkin saja buang sesuatu terkait kasus, misal rencana aksi karena tim penyidik tidak menemukan jejak digital di TKP saat kejadian,” paparnya.

“Jadi komunikasinya lewat kertas tersebut. Apakah anjing tersebut cium berkas kertas di sana,’ Tanya Anjas.

Saksi tak diragukan selanjutnya adalah penumpang angkot Mang S dan sopir angkot yang pada sekitar jam 6.30 18 Agustus 2021, melintas di TKP dan lajunya hampir tertabrak mobil Alphard hitam. Saksi pak Ujang adalah orang pertama kali bertemu pak Yosef di pagi tanggal 18 Agustus 2021 di TKP.

Pak Ujang suadh mengatakan beberapa hal meski beberapa sifatnya subjektif, tapi jadi kontroversi. Misal, pak Yosef saat bertemu Pak Yosef pake baju putih, jaket merah, dan topi merah.

Ada 3 saksi lain lagi yang juga masuk dalam kategori saksi yang tidak diragukan adalah saksi yang pada malam tanggal 17 Agustus 2021 sekitar jam 12 malam saat melintas TKP, melihat ada 5 sosok di halaman TKP.

Kelima sosok itu 3 wanita dan 2 laki-laki, dan menurut Anjas, 2 sosok wanita diantaranya adalah almarhum Tuti dan Amel.

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com