Siantar, Hetanews.com - Minyak goreng menjadi salah satu komoditi yang sedang populer, khususnya bagi kalangan ibu. Karena tanpa minyak goreng, masakan tidak sempurna.

Sehingga para ibu pun sempat mengeluhkan dengan harga minyak goreng yang sempat meroket beberapa waktu lalu. Akibatnya, penggunaan minyak goreng diminimalisir sebisa mungkin.

Setelah pemerintah menetapkan harga normal Rp 14.000/liter, kondisi pasar sempat heboh. Bahkan minyak goreng sempat menghilang dari pasaran. Situasi ini tentu saja semakin meresahkan kaum ibu. Minyak goreng menjadi komoditi yang lagi dicari-cari alias populer.

Beberapa supermarket di Siantar, minyak goreng terlihat paling diburu sebab di Indomaret dan Alfamart, minyak goreng kosong. Pusat perbelanjaan Suzuya Plaza dan Metro Siantar terlihat menjual minyak goreng, sesuai pantauan Hetanews, Minggu (6/2).

Hanya saja, agar semua konsumen bisa membeli dengan normal dibatasi untuk setiap orang hanya diperbolehkan membeli 1 kemasan isi 2 liter dengan harga Rp 28.000.- Selain itu, konsumen juga harus mempunyai member card swalayan tersebut.

Sehingga kaum bapak juga terlihat antri membeli minyak goreng di swalayan tersebut. Di bagian depan kasir salah satu swalayan di Siantar terlihat kaum bapak memegang minyak goreng. Tampaknya ini yang disebut "sayang istri". Agar istrinya bisa masak dengan minyak goreng yang memang sangat dibutuhkan.

Seperti dikatakan salah seorang Bapak yang mengaku marga Saragih, demi kebutuhan, karena minyak gorengnya langka, tidak ada di Pasar. Kebetulan ada disini, walaupun hanya diperbolehkan membeli 1 kemasan.

"Saya pun rela ngantri, karena cari kemana-mana tidak ada minyak gorengnya..Apalagi ada issu, katanya mau naik lagi," ujarnya.