HETANEWS.com - Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar melaksanakan kegiatan Demontration Plot (Demplot) Komoditas Padi dengan

Teknologi Total Organik Berbasis MA-11, Jumat (4/2/2022) di Desa Brohol Kec. Sei Suka Kabupaten Batubara.

Bupati Batubara melalui Asisten I Rusihan Heri S Sos.MAP, mengatakan jika kebutuhan pangan terus meningkat dengan naiknya jumlah penduduk sedangkan lahan semakin sempit. Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan ketahanan panganan harus didukung semua dinas.

Pemkab Batubara sangat mengapresiasi Kelompok Tani (Poktan) Anugerah yang telah berhasil meningkatkan hasil produksi pertanian. Pelaksanaan pengubinan demplot padi total organik tekhnologi MA-11.

Dengan menggunakan pupuk organik MA 11, Poktan Anugerah Desa Brohol Batu Bara berhasil meningkatkan hasil panen padinya. Yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan pangan di Kabupaten Batu Bara. Juga bisa menjadi swasembada pangan nantinya.

Oleh karen itu Gerakan menanam padi dengan pupuk organik (MA 11) harus digalakkan. Karena harga beras organik lebih tinggi karena bebas dari kandungan kimia, jelasnya.

Palagi dalam situasi saat ini, di tengah kelangkaan dan mahalnya pupuk kimiawi, diperlukan pupuk organik yang mampu menjaga dan mengembalikan unsur hara tanah yang telah jenuh dengan kimia. Pupuk organik, dari limbah yang diolah menjadi pupuk sangat baik untuk tanaman.

"Menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan hasil pertanian. Menggunakan pupuk organik buatan sendiri, lebih muda dan lebih menjanjikan karena hasil panen lebih bagus karena jauh dari unsur kimia," jelasnya.

Sebelumnya, mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia , Raesha Sebayang mengatakan jika demplot bawang merah, cabai merah dan padi di Kabupaten Batubara sudah sangat berhasil. Sehingga tak perlu lagi mengimport komoditas padi ataupun bawang dari luar. Demplot menjadi produk unggulan agar Batu Bara menjadi lumbung/penghasil padi dan bawang merah.

Kunang Dana Syahputra selaku konsultan pendamping UMKM di KPw BI Pematangsiantar menjelaskan keuntungan demplot padi total organik tekhnologi MA 11.

Perbandingannya dengan kimiawi dari lahan seluas 5 rante hanya mencapai Rp. 774. Sedangkan demplot pertama (pengubinan 11 Juli 2021) mencapai Rp 3.798.800 dan demplot ke-2 (pengubinan 26 Januari 2022) mencapai Rp.2.710.400.

Dari 1 hektar lahan diperkirakan mengalami kenaikan 4 ton (kimiawi) dan 7,23 ton (organik) setelah demplot tekhnologi MA 11.

Selain kegiatan Pengubinan demplot padi total organik tekhnologi MA-11 juga dilakukan launching MA-11 Poktan Maju Tani Desa Tanjung Kubah, Batu bara. MA-11atau Microbachter Alfaafa berasal dari tanaman Alfaafa Javana.

Melalui proses Fermentasi dengan Teknologi Berbasis MA-11 ini dapat digunakan untuk menghasilkan Pakan Ternak Organik, Pupuk Organik Padat, Pupuk Organik Cair (POC) dan pestisida Organik antara lain superbokhasi.

KPw BI Siantar telah mendirikan laboratorium MA-11 di Batubara dan telah memproduksi MA-11 yang dapat dimanfaatkan petani/peternak. Di Indonesia hanya ada 55 lab MA 11.

"Di Kabupaten Batu bara merupakan lab MA 11 yang ke-45, semoga angka tersebut menjadikan semangat 45 warga Batu Bara menjadi penghasil komoditas pangan," kata Kunang.

Sejauh ini Poktan Anugerah menjadi salah satu binaan KPw Bank Indonesia Siantar karena berhasil dalam pengembang biakan dari 25vekor sapi yang diberikan sekarang menjadi 65 ekor. BI sangat mengapresiasi Poktan Anugerah yang tetap ingin maju dan membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sehingga Poktan Anugerah terus dibantu baik pengadaan drum fiber dan pembuatan kandang komunal untuk menampung limbah padat dan limbah cair. Menjadi pabrik penghasil super bokashi.

Mariono, dari Poktan Anugerah sangat merasakan hasil panennya dari demplot padi tekhnologi MA-11. Hanya saja dia kecewa karena Bupati tidak hadir dalam acara tersebut.

"Saya kecewa Pak Bupati tidak hadir, karena banyak yang mau disampaikan," katanya.