Jakarta, hetanews,com - Polisi menangkap pegiat media sosial Adam Deni. Dia dilaporkan atas dugaan tindak pidana melakukan upload atau mengunggah dokumen elektronik pribadi tanpa seizin pemilik.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa status Adam Deni telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Sudah tersangka. Sejak tadi malam diamankan dan ditangkap statusnya tersangka," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022).

Adam Deni diduga melanggar Pasal 48 ayat 1, 2, dan 3 Jo Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang ITE.

"Dokumen, yang jelas dokumen milik orang lain yang diupload oleh orang yang tidak berhak ya. Jadi sementara itu. Yang lainnya adalah merupakan bagian dari proses penyidikan," kata Ahmad.

Sebelumnya, polisi menangkap pegiat media sosial Adam Deni pada Selasa, 1 Januari 2022 malam. Hal itu lantaran mengunggah dokumen elektronik milik orang lain tanpa izin.

"Diamankan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri atas tindak pidana melakukan upload dokumen elektronik pribadi tanpa seizin pemilik sebagaimana dimaksud pada Pasal 48 ayat 1, 2, dan 3 Jo Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 UU ITE," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2022).

Menurut Ahmad, penangkapan Adam Deni berdasarkan Laporan Polisi dengan LP nomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dittipidsiber Bareskrim Polri tertanggal 27 Januari 2022, dengan pelapor atas nama SYD.

"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan juga saksi ahli, saksi ahli tindak pidana, dan ahli IT," kata Ahmad.

sumber: merdeka.com