HETANEWS.com - Sekarang Kasus Subang sudah memasuki bulan ke 6, tapi pihak Polda Jabar masih belum bisa mengungkap kasus Subang tersebut dan kasus Subang ini tetap masih menjadi perhatian Polda Jabar.

Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini terus dikembangkan penyelidikannya, dan polisi masih terus mengejar tersangka pembunuhan tersebut.

Upaya yang dilakukan Polda Jabar adalah dengan menyebarkan sketsa terduga wajah pelaku pembunuh Subang dengan korban meninggal, ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu atau Amel (23).

Banyak pakar mengatakan kasus Subang tergolong kasus yang rumit, Kabid Humas Polda Jabar mengatakan tersangka tak bisa sembunyi selamanya.

Sebaliknya Polda Jabar berharap masyarakat mempercayakan sepenuhnya kepada tim penyidik dalam kasus pembunuh Subang ini. Berdasarkan Analisis Ahli Forensik Mabes Polri Dokter Forensik Sumy Hastry tentang kelihaiannya pelaku pembunuh Subang.

Pertanyaan kenapa ahli forensik dr. Sumy Hastry Purwanti tidak mau membeberkan hasil autopsi kedua terhadap jenazah korban pembunuh ibu dan anak di Subang, akhirnya terungkap.

Dalam acara live ‘Forensic Talk’ dengan tema ‘Kasus Subang’ yang diselenggarakan Pusat Forensik Terintegrasi Universitas Indonesia (UI) dr Sumy Hastry menjelaskan alasannya.

"Saya dan juga ahli (forensik) yang lain tuh hanya berbicara atau menyerahkan hasil ke penyidik atau nanti berbicara di pengadilan. Jadi banyak rekan-rekan yang meminta apa hasil otopsi kedua (kasus Subang) kita tidak bisa bicara”, ungkap dr Hastry.

Belakangan mencuat beberapa fakta baru terkait perkembangan kasus Subang. Tentang sosok pelaku yang berhati-hati, jenazah korban dimandikan, saksi yang berubah-ubah dan lain-lain.

dr Sumy Hastry mengatakan dalam perbincangannya di kanal Youtube milik Denny Darko yang tayang 23 November 2021.

Dalam bincang-bincang dengan Denny Darko tersebut, dr.Hastry secara blak-blakan meyakini kasus Subang Subang akan bisa terpecahkan.

dr Sumy Hastry mengungkapkan, bahkan di jenazah korban Tuti dan Amalia sudah tak ditemukan sidik jari.

Sidik jari di jenazah Tuti dan Amalia alias Amel sudah hilang karena lebih dulu dibersihkan oleh pelaku. Kondisi jenazah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu saat ditemukan di dalam bagasi mobil sudah bersih.

Cara menghilangkan jejak sidik jari dalam tubuh dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang adalah orang yang memang ahli atau mengetahui forensik.

Apa yang dilakukan pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang dengan membersihkan (memandikan?), jenazah korban Tuti dan Amilia, kata dr. Hastry, sudah jelas maksudnya untuk menghilangkan jejak.

Atas dasar itulah, dr Hastry berkesimpulan jika pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat paham dunia forensik. Mengetahui ilmu forensik dimungkinkan.

Setelah mendapatkan hasil otopsi ulang tersebut, dr Hastry bahkan mengaku yakin kasus Subang 100 persen dapat terungkap.

Baru-baru ini, ahli forensik dr. Hastry kembali menjawab rasa penasaran publik atau warganet soal pengungkapan tersangka pelaku kasus Subang ini.

lewat Instagram pribadinya, dr. Hastry terlihat membalas komentar dari warganet terkait masalah kasus Subang ini.

Seorang warganet di Instagram berkomentar sebuah postingan dirinya berjalan slow motion. Dalam postingan itu, ia hanya membubuhkan keterangan jika dirinya sedang mengikuti tren kekinian.

“Ikuttan biar kekinian …no hastag,” tulisnya. gerungthomas, “Sepertinya ini kode untuk kasus Subang ya bu” komentar warganet.

Lalu komentar warganet tersebut direspon oleh dr Hastry. dr. Hastry hanya membalas komentar warganet tersebut dengan kata “Bismillah”.

Banyak warganet pengikutnya yang bertanya kabar kelanjutan kasus Subang lewat sosial media dr. Hastry.

Pada tanggal 10 Januari 2022, seorang warganet pun bertanya terkait kelanjutan dari kasus Subang ini yang sudah memasuki bulan ke 5 masih belum terungkap.

“maaf juga ijin tanya, kapan y pengumuman trsangka pelaku subang,katany dlm wktu dekat akan sgra di umumkan,tpi smpai skrgpun bahkan sdh hampir 5bln lbh blm ada titik terang nya,” ungkap seorang warganet.

Kemudian dr Hastry menjawab komentar tersebut agar publik menunggu penyidik Polda Jabar.

“Tunggu Polda Jabar mas,” jawab dr Hastry.

Baca juga: Awal Tahun Berlalu, Ada Provokasi Aktor Intelektual dan Mengaburkan TKP di Kasus Subang

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com