HETANEWS.com - Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga mengaku mengangkat staf khusus pribadi untuk membantunya mempermudah komunikasi.

Hal itu ia sampaikan menjawab salah satu point hak interpelasi 17 Anggota DPRD Simalungun, yang menyebut Radiapoh mengangkat Tenaga Ahli dari mantan Timsesnya.

Meski belum membaca dan menerima surat interpelasi, Radiapoh mencoba menjawab pertanyaan wartawan tentang Tenaga Ahli yang ia angkat di luar dari struktur pemerintahan.

“Saya belum menerima atau membaca pertanyaan teman teman tentang interpelasi. saya hanya membaca dari media,” ucapnya dikutip dari channel YouTube Monalisa TV

Radiapoh mengatakan, staf ahli diatur dalam PP No 72 Tahun 2019 dan Pemkab Simalungun punya staf ahli dengan latar belakang ASN.

Ia memperjelas [istilah] Tenaga Ahli yang disebut dalam interpelasi adalah staf khusus Bupati.

Dia bilang DPRD pernah meminta Bupati mencabut SK staf khusus, akan tetapi SK pengangkatan itu telah berakhir pada 31 Desember 2021, sebelum pengajuan interpelasi.

“Staf khusus bukan Tenaga Ahli sebenarnya, ya. Staf khusus saya, ya,” imbuhnya.

Radiapoh mengutarakan, pengangkatan staf khusus pribadi karena dirinya bukan berlatar seorang birokrat, sehingga perlu mewakili dirinya untuk membangun komunikasi.

Ia pun mengangkat staf khusus dan ternyata menurut Radiapoh itu teruji.

“Saya kan bukan dari Birokrat. Tentu, saya angkat lah yang mewakili Birokrat. [Staf khusus] kemudian yang mewakili komunikasi dengan kementerian”

“Kebetulan saya mengangkat staf ahli dan sudah teruji dengan beberapa senator yang dipimpin beliau oleh saudara Chrismas Haloho, mungkin semua sudah kenal beliau, ya,” ucapnya.

“Artinya beliau sudah banyak melihat peluang peluang untuk komunikasi membangun daerah. Misalnya kementerian. Tentu kan saya masih awam. [Tentu] saya harus didukung oleh orang yang ahli di bidang itu,” jelasnya.

Disamping itu, ia mengakui Staf Ahli Bupati tentu punya jam kerja. Sementara Staf khusus dapat dibutuhkan kapan saja.

“Kalau staf ahli sudah ada jam (kerjanya) ada peraturannya. Kalau staf khusus jam 3 pagi bisa saya panggil. Kemudian bisa saya suruh kemana mana saja,” katanya.

Baca juga: 'Tenaga Ahli Bupati Sering Kami Jumpai Ikut Rapat Dengan OPD'