HETANEWS.com - Memasuki bulan keenam, Kasus Subang yang menewaskan Ibu Tuti Suhartini (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu atau yang akrab disapa Amel (23) masih belum menemukan titik terang.

Kasus Subang mengemuka saat ditemukannya jasad korban di dalam mobil Alphard Hitam pada 18 Agustus 2021 lalu, di Kampung Ciseuti, Jalancagak, Kabupaten Subang.

Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, tim penyidik masih terus melakukan pengungkapan, dan saat ini kasus Subang masih dalam tahapan lidik.

Untuk mengungkap Kasus Subang, pihak kepolisian telah memeriksa 69 saksi, melakukan tes DNA, autopsi jenazah, dan menyebarkan sketsa tersangka pembunuh ibu dan anak tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, tersangka Kasus Subang masih belum ditemukan juga, dan masih mengundang tanya bagi banyak pihak.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Suntana menegaskan, pihaknya sangat serius menangani kasus Subang ini. Dan ia menyatakan akan mengumumkan pelakunya pada awal tahun 2022.

Sementara itu, Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, bahwa pihak kepolisan hingga saat ini masih terus menyelidiki Kasus Subang tersebut.

“Sampai saat ini belum ada up date nya (Kasus Subang), karena tersangka masih lidik,” ujarnya kepada Deskjabar saat dihubungi Selasa, 25 Januari 2022.

Ketika Deskjabar bertanya apakah mungkin tersangka Kasus Subang ini diumumkan bulan Januari 2022 seperti komitmen Kapolda Jabar sebelumnya, Ibrahim mengatakan masih menunggu perkembangan.

“Kita akan info perkembangan sesuai hasil progres pengungkapan kasusnya,” tuturnya lagi.

Baca juga: Kasus Subang Dekati Tenggat Waktu Awal 2022, Kinerja Polisi Dipertaruhkan, Heri Gunawan: Publik akan Menilai

Sulit Terungkap

Menanggapi lambannya pengusutan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini, Pakar Kriminologi Universitas Indonesia, Prof. Adrianus Meliala mengatakan, dirinya pesimis kasus ini bisa terungkap.

“Memang repot. Karena petunjuk yang dipegang polisi sejauh ini termasuk sedikit dan lemah,” ujarnya ketika dihubungi Deskjabar, Kamis, 20 Januari 2022.

Ia mengatakan bahwa polisi kesulitan di dalam mengumpulkan bukti-bukti kuat yang mengerucut pada siapa tersangka pembunuh ibu dan anak tersebut.

“Ini pelakunya pintar. Pintarnya lebih dalam rangka menghapus jejak dalam kurun waktu 6 jam,” ucap Adrianus menambahkan.

Selain karena rusaknya Tempat Kejadian Perkara atau TKP sehingga mengaburkan bukti, ada faktor dari kepolisian sendiri yang membuat kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini jalan di tempat.

“Lalu ditambah lagi dengan kacaunya pola lidik dan sidik dimana banyak pihak terlibat dan mengacaukan TKP. Juga ada masalah dengan kualitas hasil otopsi oleh dokter forensik setempat. Jadi saya pesimis terungkap,” kata Adrianus.

Terkait waktu yang terus berjalan namun tersangka kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini belum terungkap, menurutnya itu menjadikan kasus ini semakin sulit menemui titik terang.

“Dan makin lama akan makin sulit. Secara psikologis, polisi juga makin ogah untuk terus ngutak-ngatik hal ini,” ujar Adrianus.

Sementara itu, Youtuber Fredy Sudaryanto melalui kanal Youtube Fredy Sudaryanto Sport, yang tayang pada 23 Januari 2022 mengatakan yang terjadi di Kasus Subang ini semacam tidak lazim daripada kebiasaan.

Alasannya, menurut kabar yang beredar di media massa, kejadian kasus Subang terjadi sekitar jam 12 malam hingga jam 6 pagi. Waktu selama 6 jam untuk sebuah kasus pembunuhan merupakan hal yang tidak lazim.

“Karena biasanya satu kejahatan pelaku akan berusaha mempercepat tindakannya dalam rangka untuk kabur dari pandangan masyarakat,” ujar Fredy.

Tapi sepertinya, lanjut dia, para pembunuh ibu dan anak di Subang ini menguasai lapangan dan mengetahui kondisi Tempat Kejadian Perkara atau TKP dengan baik.

“Para pelaku di kasus Subang ini, mereka seperti tenang-tenang saja. Menguasai lapangan, tahu di sana tidak akan ada orang yang masuk, tidak ada orag yang bakal melihat, dan tahu kapan orang keluar masuk,” kata Fredy menjelaskan.

Dengan keganjilan ini, lanjut dia, memunculkan pertanyaan siapa eksekutornya,dalang, atau orang-orang yang membantu di kasus Subang tersebut. Sehingga mereka sangat memahami betul kondisi sekitar TKP.

Baca juga: Inilah Fakta-Fakta Ilmiah yang Tak Mampu Mengungkap Kasus Subang, Harapan Terakhir di Sketsa

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com