SIANTAR, HETANEWS.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Siantar tengah mengalami lonjakan pada Januari 2022. Pemerintah kota Siantar saat ini berupaya untuk memutus angka penularan.

Adapun sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap peningkatan kasus DBD, pemerintah Kota Siantar mengeluarkan surat edaran.

Seluruh Camat se-Kota Siantar diminta segera mengaktifkan Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL) DBD untuk mencegah penularan DBD dengan melakukan upaya-upaya sebagai berikut:

1. Menggerakkan seluruh masyarakat melakukan kegiatan gotong royong jumat bersih di lingkungan RT maupun lingkungan masing-masing.

2. Memutuskan Mata rantai Penularan oleh Nyamuk Aedes Aegypti Dewasa dengan membasmi jentik-jentiknya melakukan 3M Plus yakni:

a. Menguras

Menyikat dinding Tempat Penampungan Air agar telur Nyamuk Demam Berdarah yang menempel akan lepas

b. Menutup

Menutup Tempat Penampungan Air dengan rapi/rapat setelah mengambil atau mengisi air akan mencegah Nyamuk Demam Berdarah masuk untuk bertelur

c. Mengubur

Mengubur menyingkirkan barang bekas (ban, aki, botol, plastik yang dapat digenangi air)jangan sampai terisi air hujan.

Serta Plus dapat melakukan penyemprotan obat nyamuk sekitar jam 6.00-9.00 Wib pagi dan jam 16.00 - 18.00 Wib sore.

3. Memberi himbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan rumah dan lingkungan

4. Melakukan pengamatan serta Mencermati setiap adanya kasus DBD tindakan yang cepat apabila tanda tanda Demam Berdarah seperti Panas yang tinggi, serta terjadi bintik bintik merah pada kulit, nyeri perut.

Selanjutnya mendatangi fasilitas pelayanan Kesehatan bila ada warga masyarakat yang sakit dengan gejala seperti tersebut di atas namun tidak perlu menimbulkan kepanikan bagi masyarakat dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

Lonjakan kasus

Sebagaimana diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar mencatat 22 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak tanggal 1-20 Januari 2022.

Adapun 22 pasien DBD terdapat di 17 Kelurahan, telah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Siantar.

Grafik kasus DBD tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Adapun pada Januari 2021 tercatat hanya 4 kasus DBD, dengan akumulasi 104 kasus dan 7 orang meninggal dunia selama satu tahun.

Adapun 17 Kelurahan yang terdapat kasus DBD diantaranya: Kelurahan Parhorasan Nauli (3), Naga Huta (1)Pematang Marihat (1) Marihat Jaya (1) Kristen (1) Simalungun (1) Toba (1) Dwikora (2) Bantan (2).

Kemudian Kelurahan Banjar (1) Sukadamai (1) Melayu (1) Kebun Sayur (1) Tomuan (1) Pahlawan (2) Tambun Nabolon (1) dan Kelurahan Bah Kapul (1).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Siantar, dr Ronald Saragih, mengatakan tren kasus DBD meningkatkan belakang ini seiring dengan perubahan iklim.

Kepada warga yang mengalami DBD, ia imbau agar segera mendatangi fasilitas kesehatan atau rumah sakit, sebab di situasi pandemi ini sebagian warga masih khawatir disebut terpapar covid 19.

"Kalau ada demam demam saja, jangan takut ke rumah sakit, biar bisa dilihat. Jangan takut nanti dicovidkan, tidak ada itu. [Biar] jangan nanti kecolongan kita. Karena beda pemeriksaan DBD dan pemeriksaan Covid," ucap dr Ronald dihubungi via telepon

Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada dan segera berobat jika mengalami gejala DBD seperti demam dan mengalami nyeri di bagian perut.

Baca juga: Cegah Jentik Nyamuk Dengan Cairan Ini, Gratis di Puskesmas