SIANTAR, HETANEWS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar mencatat 22 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari tanggal 1-20 Januari 2022.

Adapun 22 pasien DBD tersebut telah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit yang ada di Siantar.

Ahli Epidemiologi Muda dari Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Siantar, Domen Silalahi mengatakan, jumlah kasus DBD mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Pada Januari 2021 tercatat hanya 4 kasus DBD, dengan akumulasi 104 kasus dan 7 orang meninggal dunia selama satu tahun.

"Yang meninggal dunia tidak ada. Saat ini sekitar 5 orang pasien yang masih di opname di rumah sakit," jelas  Domen ditemui di kantor Dinkes Pematangsiantar, Jumat (21/1/2022).

Ia menjelaskan, dari lokasi rumah masing masing pasien DBD tersebut telah dilakukan tracing sejauh 100 Meter untuk mendeteksi penularan.

Tak cuma itu pihaknya juga melakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. 

Begitu pun ia mengimbau warga yang mengalami gejala DBD tak perlu khawatir memeriksakan kesehatan di puskersmas atau rumah sakit.

Menurut Domen, selain perubahan iklim, genangan air di pasca musim penghujan tahun lalu memicu perkembangan jentik nyamuk. 

Domen Silalahi, M.Kes

Oleh sebab itu perlu dilakukan pencegahan dengan membunuh nyamuk sejak dini di tempat tempat penampungan atau genangan air, dengan cairan pemberantasan nyamuk DBD.

Cairan 'Bactivec' tersebut dapat diperoleh gratis dari Puskesmas masing masing. 

"Genangan genangan air jadi sumber nyamuk. Karena nyamuk sifatnya menempelkan telurnya di dinding (tempayan/penampungan air)," jelasnya.

Ia juga mengatakan penularan DBD ini hanya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. 

Oleh sebab itu pihaknya mengeluarkan surat edaran ditujukan kepada Camat dan Lurah, agar mengaktifkan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD dan Gerakan satu rumah satu Jumantik, untuk mencegah penularan DBD.

Adapun 17 Kelurahan yang terdapat kasus DBD diantaranya: Kelurahan Parhorasan Nauli (3), Naga Huta (1)Pematang Marihat (1) Marihat Jaya (1) Kristen (1) Simalungun (1) Toba (1) Dwikora (2) Bantan (2).

Kemudian Kelurahan Banjar (1) Sukadamai (1) Melayu (1) Kebun Sayur (1) Tomuan (1) Pahlawan (2) Tambun Nabolon (1) dan Kelurahan Bah Kapul (1).