HETANEWS.com - Dalam pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, pernah terungkap ada sinyal yang keluar dari Hp Samsung M12 milik almarhum Amel, pada tanggal 18 Agustus 2021 pagi.

Rupanya, penemuan ini belum jadi petunjuk kuat untuk mengarahkan ke pelaku kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Hal itu terbukti dari pernyataan Polda Jabar saat merilis sketsa wajah terduga kasus pembunuh ibu dan anak di Subang pada 29 Desember 2021.

Saat itu Polda Jabar mengemukakan, mereka kesulitan untuk mendapatkan alat bukti yang bisa mengarahkan kepada pelaku. Hal itu dikemukakan Anjas dalam kanal Youtube Anjas di Thailand yang tayang pada Kamis 20 Januari 2021.

Seperti diketahui, dalam tayangan Youtube Anjas tanggal 19 November 2021, Anjas mendapatkan informasi dari sumber istimewa yakni warga Jawa Barat yang cukup paham soal sinyal HP.

Saat itu, sumber istimewa mengabarkan kepada Anjas bahwa dia berhasil melacak posisi HP almarhum Amel yakni Samsung M12, yang saat itu aktif di jam 7.38 pada tanggal 18 Agustus 2021.

Seperti diketahui kasus Subang terjadi pada tanggal 18 Agustus 2021 dinihari dengan korban tewas Tuti Suhartini (55) dan Amel (23). Dari pengakuan kakak Amel yakni Yoris, dari kejadian itu 3 HP milik almarhum Amel yakni IPhone 11, IPad, dan Samsung M12 hilang.

Nah, menurut Anjas dalam analisanya terbaru yang tayang pada 20 Januari 2022, sumber istimewa itu memperlihatkan 3 nomor HP milik Amel, dan salah satunya Samsung M12 aktif pada jam 7.38 WIB tanggal 18 Agustus 2021.

Seminggu kemudian, sumber istimewa datang ke lokasi TKP Kasus Subang di Ciseuti, dia menemukan titik koordinat yang berhasil dia lacak tepatnya berada di antara TKP dan kantor Polsek Jalancagak.

Titik koordinat HP Samsung M12 milik Amel, berada di dekat masjid dan dekat dengan rumah seseorang. Anjas menilai dari titik koordinat dan waktu yang berhasil dia lacak, ada 3 kemungkinan.

Kemungkinan pertama, HP saat itu dibawa Yosef saat dia akan ke kantor Polsek Jalancagak. Seperti diketahui, Yosef merupakan orang pertama yang datang ke TKP sesaat setelah terjadi kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Dia tiba di TKP sekitar jam 7.15 WIB, setelah itu dia pergi ke rumah kakaknya almarhum Tuti, yakni Wa Lilis,dan selanjutnya bergegas ke kantor Polsek Jalancagak.

Kemungkinan kedua, saat Yosef melintas ke titik koordinat itu, ada orang lain yang terlibat sebagai pelaku kasus Subang, yang menghidupkan HP Samsung M12, untuk memframing Yosef.

Kemungkinan ketiga, ada pelaku yang terlibat dalam kasus Subang tersebut, karena ketelodoran menghidupkan HP Samsung M12 milik almarhum Amel.

Baca juga: Update Kasus Subang, Polda Jabar Akui Pengungkapan Kasus Masih Jalan Ditempat

Belum jadi petunjuk?

Namun, menurut Anjas, hingga memasuki bulan ke-6 kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, sepertinya penemuan titik koordinat tersebut belum jadi bukti yang bisa mengarah ke pelaku.

Padahal dalam pengungkapan kasus Subang itu, seperti yang dikemukakan Polda Jabar saat merilis sketsa terduga pelaku, mereka telah melibatkan 7 saksi ahli,

Bisa saja, menurut Anjas, data soal sinyal BTS HP Samsung M12 milik Amel sudah ada di tangan tim penyidik. Namun, petunjuk itu tidak bisa berdiri sendiri harus dikroscek dengan data dan keterangan lainnya.

Anjas juga menyebutkan bahwa dari jejak BTS tentang sinyal HP milik siapa saja yang ada saat itu di TKP sekitar jam 12 malam hingga jam 5 pagi pada tanggal 18 Agustus 2021, tidak ada kabar dari tim penyidik.

“Jadi si pelaku paham benar bagaimana untuk meminimalisir jejak-jejak yang berubungan dengan HP. Kemungkinan besar, 99 persen, para pelaku mereka sudah dipandu agar jangan bawa HP sata beraksi,” ujarnya.

Baca juga: Kesimpulan Bareskrim Polri Berikut Ancaman 2 Pasal KUHP untuk Terduga Pembunuh, Kilas Balik Kasus Subang

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com