HETANEWS.com - Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan, penyidikan kasus Subang masih jalan ditempat. Belum ada perkembangan terbaru dari upaya penyelesaian kasus ini karena kian kompleknya masalah dalam kasus ini.

"Belum, belum ada perkembangan," kata Ibrahim saat dikonfirmasi di Bandung, Rabu, 19 Januari 2022.

Karena kian hari masalahnya kian komplek, sampai-sampai Bareskrim Polri turun tangan. Keterlibatan Mabes Polri bersama Polda Jabar sejak penyidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang berusia 1 bulan, yaitu 18 September 2021.

Namun, kata Ibrahim, sampai saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. "(Sampai saat ini) masih lidik," ucap Ibrahim singkat.

Menurutnya, Polres Subang, Polda Jabar, dan juga Mabes Polri dalam hal ini Bareskrim Polri bekerjasama menangani kasus ini. Namun, mekanisnya penanganannya tetap sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

"Backup satuan atas dilakukan jika di perlukan, sesuai situasi dan kebutuhan," ujar Ibrahim.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Ibrahim Tompo /Rio Kuswandi/DeskJabar/

Namun, kata Ibrahim, hingga sampai kini kepolisian masih merahasiakan tahap demi tahap proses penyelidikan dan penyidikan yang dimaksud.

Yang jelas, berbagai upaya dilakukan untuk sebuah tujuan, yaitu mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya sehingga bisa ditemukan siapa saja otak dari pelaku ini. Kemudian selain itu, bisa didapatkan pula siapa saja yang terlibat selain dalangnya.

"(Untuk) tekhnisnya tidak kita ekspose karena merupakan info yang dikecualikan dalam Undang-undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik)," jelasnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menerangkan bahwa kasus pembunuhan di Subang tersebut telah diambil alih Bareskrim Polri.

Hal itu terkait dengan turun tangannya Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri untuk membantu pengungkapan kasus tersebut.

Saat ini, kata Rusdi, polisi masih bekerja secara teliti untuk menemukan bukti secara ilmiah. Selain itu, polisi juga tengah mengumpulkan berbagai alat bukti sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka.

"Ini masalah yang kompleks. Untuk memunculkan tersangkanya harus melalui proses yang panjang," ujar Rusdi Hartono seperti dikutip PMJ News, Sabtu, 18 September 2021.

Kemudian, saat itu, ia juga berjanji akan menjelaskan perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang kepada publik secara detail jika penyidik telah mengungkap dalang dari kejahatan ini.

"Tim masih bekerja. Mudah-mudahan ke depan ada perkembangan secara positif. Ini semuanya masih berjalan. Nanti kalau sudah ada tersangkanya, pasti publik tahu," tutur Rusdi Hartono.

Sementara itu, sebelumnya Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa kasus tersebut merupakan pembunuhan berencana. Hal itu sesuai dengan analisa dan pemeriksaan terhadap para saksi.

"Penyidik menyimpulkan kasus ini diduga tindak pidana pembunuhan dan direncanakan. Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP," tutur Ahmad Ramadhan, Jumat, 17 September 2021.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi pada 14 September 2021 mengonfirmasi bahwa Dittipidum sedang menyelidiki kasus itu untuk membantu Polda Jabar dan Polres Subang.

Alasannya, saat itu peristiwa pembunuhan di Subang ini sudah terjadi hampir satu bulan, tetapi kepolisian tidak kunjung menemukan pelakunya.

Baca juga: Kesimpulan Bareskrim Polri Berikut Ancaman 2 Pasal KUHP untuk Terduga Pembunuh, Kilas Balik Kasus Subang

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com