SIANTAR, HETANEWS.com - Sejak Kepala Kejaksaan Negeri [Kajari] Siantar Agustinus memasuki masa pensiun pada 11 Agustus 2021, kursi Kajari di Kejaksaan Negeri Siantar kosong.

Sebagai gantinya, Kejagung menghunjuk  Aswas (asisten pengawasan) di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, RM Ari Prio Agung sebagai pelaksana tugas. 

Kepemimpinan Ari sebagai Pelaksana tugas sudah berlangsung selama 5 bulan. Dengan beban 2 tugas sekaligus, Ari Prio Agung terlihat jarang berkantor di Siantar.

Selama itu pula terpantau sejumlah pegawai maupun jaksa mengerjakan tugasnya lebih santai dan lebih banyak melaksanakan tugas luar. 

Beberapa pejabat struktural seperti para Kepala Seksi bolak balik ke Kota Medan menemui Pelaksana tugas dengan agenda evaluasi, ekspos, koordinasi dan lainnya.

Tak cuma itu, beberapa kali persidangan khususnya pidana terkait penuntutan sering ditunda. 

Seperti halnya di persidangan Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (19/1/2022), ada beberapa perkara harus ditunda untuk pembacaan tuntutan dengan alasan "tuntutan belum siap,".

Kasi Intel Rendra Yoki Pardede yang dikonfirmasi wartawan mengakui kekosongan pejabat definitif sudah 5 bulan.

Dirinya juga mengatakan, aktivitas kegiatan di Kejaksaan Negeri Siantar tetap berjalan dengan baik meski dipimpin pelaksana tugas.

Disinggung kapan Kajari definitif Kajari Siantar,  Rendra belum mengetahui pasti soal hal itu. Namun ia bilang penentuan jabatan tersebut merupakan kewenangan Kejaksaan Agung.

"Sampai saat ini masih Pelaksana Tugas, sedangkan untuk pimpinan yang baru, ya kita gak tahu juga kapan, karena bukan ranah kita." katanya.

Baca juga: Selama 5 Bulan Kinerja Kejari Siantar Tak Efektif Karna Tak Miliki Pimpinan Definitif