Medan, hetanews.com - Eks penggawa PSMS Medan, Rachmad Hidayat 'berkicau' di sosial media Instagram mengenai sisa gajinya yang belum dilunasi oleh manajemen. 

Kicauan itu beredar di unggahan akun instagram @psms.id. Pemain yang kerap disapa RH itu memberikan komentar bernada tendensi terhadap manajemen PSMS Medan. 

"Bayar dulu sisa gaji, gak usah terlalu banyak mimpi," tulis komentar RH dalam unggahan yang dibuat, Senin (17/1/2022).

Sekaitan dengan hal ini, Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja, membantah bahwa pihaknya belum melunasi gaji pemain.

Terutama gaji pemain yang kini berseragam PSIS Semarang itu. 

"Sejak kemarin (pembubaran tim) kita sudah bayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial," katanya, Selasa (18/1/2022). 

Dijelaskan Julius, memang di dalam klausul kontrak ada kelebihan hari dari yang telah disepakati bersama RH. Hal itu dikatakannya, akibat jadwal laga Liga 2 yang berubah-ubah. 

Julius mengaku, kontrak RH berakhir pada 15 Desember 2021 lalu. Namun, karena jadwal yang berubah-ubah, PSMS Medan main hingga 23 Desember 2021.

"Karena dalam kontrak pemain, itu bervariasi waktunya. Setiap bulan rata-rata gajian pemain tanggal 10-15 oleh bagian keuangan.

Kebetulan pada saat kontrak Rachmad, yang diteken pemain dan manager tanggal 15. Hanya saja jadwal berubah-ubah sementara kita terkahir main tanggal 23 Desember. Oleh beliau meminta hak nya selama 8 hari harus ditambah bayar," ujarnya. 

Lanjut pria yang karib disapa King ini, adapun lebih delapan hari ini sedang masuk dalam pembahasan internal manajemen.

Pembahasan ini juga sembari menunggu laporan pertanggungjawaban manajemen terhadap dewan pembina. 

Menurut King, kalaupun memang sisa delapan hari itu disepakati, manajemen pasti melunasinya. Namun, hingga saat ini persoalan itu masih belum mendapatkan titik terang. 

"Jadi dia (Rachmad) minta kelebihan delapan hari itu dibayarkan. Cuma sedikitnya memang, kira-kira Rp 5 - Rp 7,5 juta. Itu lah yang dia (Rachmad) minta. Nah sementara kita kebutuhan tim masih banyak lagi. Dan ini yang lebih pas mengerti adalah di bahagian keuangan," ucapnya. 

King berpendapat, Rachmad Hidayat mesti bersikap profesional mengenai hal ini. Apalagi, selama berseragam PSMS Medan, ia cukup diprioritaskan dengan pemain yang lain. 

King mengakui, Rachmad merupakan pemain yang cukup diminati oleh klub-klub lain. Artinya, semua kebutuhannya sebisa mungkin dipenuhi oleh manajemen. 

"Padahal di luar itu, semua kebutuhan-kebutuhannya dipenuhi Pak Mulyadi (Manajer PSMS). Bahkan saat covid-covid kemarin, dia (Rachmad) diprioritaskan. Beberapa kali dia izin pulang, kita gak pernah potong gaji dia. Gaji dia paling tinggi itu di PSMS," katanya.

Lebih jauh, King menyampaikan, di dalam klub profesional hanya kelebihan beberapa hari biasanya pemain bisa mengerti, karena gaji nya dibayar penuh. King berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi

"Ini terkesan kita gak bayar gaji pemain kan. Semua kita lunasi. Ini cuma soal selisih hari saja," ujarnya.

sumber: tribunnews.com