HETANEWS.com - 

Perkumpulan Pergerakan Rakyat Semesta Indonesia (Perisai) menyalurkan bantuan perbaikan rumah Ni Made Rahayu, warga penyandang disabilitas di Tabanan, Bali. 

Warga Banjar Soka Senganan, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, ini mengaku pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika hujan deras turun. Dalam waktu singkat, air masuk lewat atap rumah yang sudah banyak berlubang. Beberapa bagian dinding rumahnya juga sudah terlihat hancur.

Ketua DPW Perisai Bali, Dewa Made Dwipayana mengatakan, perbaikan rumah warga penyandang disabilitas ini berawal adanya informasi warga setempat. Ketika sudah mengetahui informasi tersebut, tak lama kemudian sejumlah pengurus DPW Perisai Bali melakukan perjalanan jarak jauh untuk meninjau lokasi rumah tersebut. 

"Iya memang kita melihat fisik rumah sangat tidak layak, banyak bagian yang sudah reot, setiap hujan selalu bocor, kayunya sudah keropos dan tidak kuat, itu bisa membahayakan orang yang tinggal di dalam rumah," ujar Dewa Made Dwipayana saat dikonfirmasi media, Senin (17/1/2022).

Dewa mengatakan bantuan perbaikan rumah Kadek Rahayu ini masih tahap awal yang sudah dikerjakan. Saat ini, teras rumah sudah rampung ditembok serta dipasang kusen pintu dan jendela.

"Saat proses pengerjaan hujan turun cukup lebat dan agak lama, sehingga tim pekerja menghentikan proses perbaikan rumah hanya sampai pada tembok dan kusen dulu," kata Dewa.

Tahap berikutnya, sambung dia, akan menyelesaikan plesteran dinding rumah dan melantai bagian pinggiran bangunan agar bangunan tidak lembab akibat tergenang air hujan.

"Semoga langkah positif ini dapat terus berlanjut, sehingga tidak ada lagi rumah warga penyandang disabilitas yang tak layak huni," ujar Dewa berharap.

Sementara itu, Ketua Umum Perisai Edo Panjaitan mengatakan, rumah warga penyandang disabilitas merupakan tanggungjawab negara. 

Meskipun dia memiliki keluarga namun kondisi fisiknya yang terbatas tak boleh dipandang sebelah mata. Kadek Rahayu memang masih punya keluarga, tapi mereka hidup ala kadarnya. 

"Dia (Kadek Rahayu) tinggal di rumahnya yang bisa dibilang sudah tak layak huni. Pemerintah harusnya hadir di sana, bukan hanya di tempat gemerlap kota saja," tegas Edo. 

Dia mengakui bahwa biaya pendanaan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal warga penyandang disabilitas (Kadek Rahayu) ini merupakan sumbangan gotong royong dari anggota maupun pengurus Perisai Bali. 

"Sampai hari ini belum ada bantuan apapun dari pemerintah daerah setempat maupun pusat atau pihak lainnya," singkat Edo.

Kendati demikian, sergahnya kemudian, Perisai akan terus menegakkan komitmen organisasinya yaitu, bergerak solid untuk rakyat dan gigih berjuang untuk kesejahteraan rakyat. 

Dalam aksi sosial perbaikan rumah itu, Ketua DPW Perisai Bali Dewa Made Dwipayana turut didampingi sejumlah pengurus lainnya antara lain, Ajik Semadi dan Nengah Sumerta (penasihat), Sujaya Gumi (sekretaris), Yayuk Suindra (bendahara), Putu Darta (wakil ketua), Dian Kowaas (wakil sekretaris), dan Rini (wakil bendahara). 

Selain itu, turut hadir pula Zara (ketua bidang keanggotaan dan organisasi), Yanti (ketua bidang kesehatan, anak dan perempuan), dan Andra (ketua bidang olahraga). Sementara sejumlah anggota yang hadir yakni, Dayu, Gde Darmawan, Ety, Gasude, Gus Mang, DAA Mas Setiawati, Komang Kumis, Dul, Wo, Dewi, Lutfi, dan Fitri. 

Berdasarkan pantauan media di lapangan, usai pengerjaan tahap awal perbaikan rumah itu terlihat wajah Kadek Rahayu dan ibunya Ni Ketut Munasih sepertinya tak kuasa menahan kebahagiaannya. Matanya terus berkaca-kaca, sepertinya keinginan merenovasi rumah tinggal hanyalah impian belaka tetapi kini sudah terwujudkan nyata.