SIANTAR, HETANEWS.com - RS Horas Insani jadi sorotan setelah Nakes mengeluhkan gaji dan insentif mereka tidak dicairkan.

Hal ini terungkap setelah puluhan Nakes RS Horas Insani mendatangi kantor DPRD Siantar, Selasa (18/1/2022).

Remina Napitu, seorang Analis Laboratorium RS Horas Insani mengungkapkan, sejak pandemi covid 19 berlangsung, Nakes hanya menerima gaji setengah.

Begitupun kata dia, Nakes tetap bekerja seperti biasanya, namun belakangan intensif yang seharusnya jadi hak mereka tak dicairkan.

"[Nggak gajian] semua lah [Nakes]. 250 lebih, itu pun kami dulu hampir 500 an itu pun banyak [Nakes] yang keluar," ucap Remina ditemui di halaman parkir kantor DPRD Siantar.

Sebelum kedatangan mereka ke DPRD, Remina mengungkapkan mereka sempat bertemu dengan wakil komisaris. Namun tuntutan mereka tak dipenuhi.

"Jawabannya 'Kami nggak bisa ngasih solusi karena tidak tuntutan dari rumah sakit,' katanya. Kalau Direktur Rumah Sakit pas lagi sakit," ucapnya. 

Ia mengaku selama ini pasien di RS Horas Insani menurun bahkan sepi. Namun demikian kata dia, Nakes bekerja seperti biasanya.

"Selama ini kami sudah diam. (Pemotongan gaji) mulai pandemi covid 19, sudah hampir dua tahun. Pasien kami nggak ada, soal nggak ada pasien  tapi kami datang kerja," imbuhnya.

Ditempat yang sama, pengurus DPC Fikes Siantar-Simalungun, Syahrul mengatakan, Nakes RS Horas Insani mengeluhkan gaji dan insentif yang belum dicairkan oleh pihak rumah sakit.

"Soal kesejahteraan. Gaji, BPJS dan segala macamnya," ucap Syahrul ditemui usai bertemu dengan anggota Komisi I, Baren Alijoyo dan Bintar Saragih.

Syahrul tak merinci persoalan yang dialami Nakes. Namun dirinya memastikan akan memaparkannya ke Komisi I DPRD. 

"Kedatangan kita disini dalam rangka konsultasi. Kita akan penuhi dulu persyaratan, sehingga kita akan datang kembali," katanya.

Sementara anggota Komisi I, Baren Alijoyo dan Bintar Saragih sebelumnya sepakat meminta pihak Nakes membuat surat sebelum pertemuan resmi digelar.

Menurut keduanya, hal itu merupakan mekanisme yang ada di lembaga legislatif tersebut.

Baca juga: Puluhan Nakes Datangi Kantor DPRD, Kasus Horas Insani Menguap