Medan, hetanews.com - Kasus dugaan suap dari terduga istri bandar narkoba sebanyak Rp 300 juta yang menyeret-nyeret nama Kapolrestabes Medan semakin bergejolak.

Kasus ini pun menjadi sorotan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Melalui Propam Mabes Polri dan Polda Sumut mereka sedang mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang.

Panca menyebut pihaknya pun telah memeriksa dealer tempat Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko membeli sepeda motor bebek yang dihadiahkan ke anggota Koramil 13 Percut Seituan.

"Untuk saat ini sudah ada 8 orang (Diperiksa) termasuk yang tempat menjual atau membeli sepeda motor itu kita sudah dalami dan saya akan buktikan itu supaya benar. Benar nggak itu duit dari hasil (Suap) itu seperti itu," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Senin di Puskesmas Medan Selayang, Jalan Bunga Cempaka, Kota Medan (17/1/2022).

Selain itu, Propam Mabes Polri dan Propam Polda Sumut juga telah meminta keterangan kepada Bripka Rikardo yang berada di dalam lapas.

Panca menegaskan akan segera memaparkan hasil pemeriksaan tersebut. Apabila terbukti ada sanksi tegas menanti untuk Kapolrestabes Medan dan beberapa personel lainnya yang terseret.

"Percayalah, yang salah akan kita proses kalau itu terbukti. Percayakan kepada saya dan kalau benar kita harus sampaikan, begitu," ucap Panca.

Diketahui, kasus ini terungkap saat HM Rusdi, pengacara Ricardo Siahaan mewawancarai kliennya dalam persidangan.

Anggota Sat Res Narkoba Polrestabes Medan yang didakwa mencuri uang barang bukti Rp 650 juta dan didakwa menguasai narkoba itu menyatakan sisa uang suap juga digunakan membeli sepeda motor hadiah anggota TNI AD.

Tak hanya itu, uang tersebut juga digunakan membayar Pengawas Pemeriksa (Wasrik) dan membayar pers release.

Dalam pengakuan terdakwa, jumlah uang yang dipakai sebanyak Rp 75 juta, dari Rp 300 juta bersumber dari Imayani, istri terduga gembong narkoba bernama Jusuf alias Jus.

Tak pelak, kabar ini pun mengagetkan banyak pihak, termasuk hakim di PN Medan, beserta pengunjung sidang yang menghadiri sidang kasus kepemilikan narkoba Bripka Ricardo Siahaan.

Sementara itu, Kombes Riko Sunarko yang dikonfirmasi soal fakta persidangan ini membantah bahwa dia menggunakan uang suap untuk membeli motor hadiah anggota Kodam I/BB.

"Mana ada, mana ada. Enggak ada ah," kata Riko.

Dia beralasan, bahwa pemberian motor tidak ada hubungannya dengan uang suap dari Imayanti, istri terduga gembong narkoba bernama Jusuf alias Jus

"Itu kan kasus (suap) akhir Juni (2021). Kita pemberian motor kan awal Juni. Tanggalnya aja udah lain. Enggak mungkin kita pakai itu," kata Riko.

Ditanya lebih lanjut soal uang suap yang katanya dipakai untuk membayar pers release, Riko menoleh ke wartawan dengan tatapan tajam.

"Hah, press release untuk apa," katanya.

Ditanya mengenai langkah ke depan soal fakta persidangan, Riko cuma mengucap terima kasih. "Terima kasih ya. Ini langkah mau masuk ruangan," katanya sembari menuju aula Polda Sumut.

Baca juga: TEGAS, Kapolda Sumut Akhirnya Ambil Sikap, Janji Copot Kapolrestabes Riko Sunarko

sumber: tribunnews.com